Lapas Banjarmasin Bangun Greenhouse dan Buat Tempat Meletakkan KTP
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus kembangkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian melalui pembangunan greenhouse di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Fasilitas ini hadir sebagai langkah inovatif untuk memperkenalkan metode pertanian modern dan terkontrol bagi Warga Binaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Greenhouse menjadi sarana pembelajaran Warga Binaan dalam mengelola budidaya tanaman secara sistematis, mulai dari pengaturan suhu, kelembapan, hingga perlindungan tanaman dari faktor lingkungan luar. Dengan pengelolaan yang lebih terkontrol, hasil panen dapat lebih optimal. Warga Binaan juga belajar pemupukan terukur dan pengendalian hama secara ramah lingkungan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menegaskan pembangunan greenhouse merupakan inovasi pembinaan yang menekankan praktik pertanian modern. “Dengan sistem greenhouse, Warga Binaan belajar mengelola tanaman secara profesional dan terkontrol. Mereka memahami siklus tanaman, teknik pemeliharaan yang efisien, dan metode pertanian bernilai tinggi. Kegiatan ini mendukung ketahanan pangan di Lapas sekaligus membuka wawasan mereka terhadap peluang usaha pertanian di masa depan,” jelasnya, Selasa (10/3).
Salah seorang Warga Binaan, Y, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam pembangunan greenhouse. “Kami belajar banyak hal baru sekaligus merasa hasil kerja kami bermanfaat bagi Lapas dan sesama Warga Binaan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Lapas (Kalapas) Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menambahkan fasilitas pertanian modern ini merupakan komitmen Lapas meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian. “Melalui greenhouse, Warga Binaan memperoleh keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan sektor pertanian. Program ini produktif, ramah lingkungan, dan menjadi bekal nyata bagi mereka ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan di Lapas tidak hanya menekankan disiplin, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan kemandirian Warga Binaan,” tuturnya.
Dengan adanya greenhouse di SAE 1, Lapas Banjarmasin menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan bermanfaat. Program ini menekankan kemandirian, kontribusi terhadap ketahanan pangan, dan kesiapan Warga Binaan menghadapi dunia pertanian modern seraya membekali mereka dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara praktis di masa depan.

Selain itu, Lapas Banjarmasin juga buat tempat meletakkan KTP pengunjung sebagai program pembinaan kerja yang mengasah keterampilan praktis Warga Binaan sekaligus mendukung tertib dan efisiensi layanan kunjungan. Meski sedang menjalani puasa Ramadan, Warga Binaan tetap produktif, belajar bekerja sama, fokus pada detail, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Pembuatan papan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengasah kreativitas, mempelajari teknik kerja rapi, dan memahami pentingnya kualitas hasil kerja yang dapat dimanfaatkan secara nyata di lingkungan Lapas. Aktivitas seperti ini diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian terhadap fasilitas bersama, dan semangat produktif, sekaligus memberikan pengalaman positif selama bulan suci Ramadhan.
Papan yang dihasilkan digunakan sebagai tempat penitipan KTP bagi pengunjung yang akan memasuki Lapas Banjarmasin. Saat menyerahkan KTP, pengunjung menerima kalung kartu identitas pengunjung sebagai tanda dan pengaman sehingga proses administrasi lebih tertib, aman, dan nyaman.
Bagus Paras Etika mengatakan kegiatan ini efektif untuk melatih keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab. “Walaupun Ramadan, semangat produktif tetap dijaga. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama dan tanggung jawab sehingga memberikan manfaat nyata bagi Lapas dan Warga Binaan,” jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan, A, senang berpartisipasi. “Membuat tempat meletakkan KTP ini mengajarkan kami telaten, teliti, dan sabar. Hasil yang rapi memberi kepuasan tersendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas menambahkan program pembinaan kerja juga mendukung kebutuhan fasilitas di Lapas. “Program ini memberi manfaat ganda: Warga Binaan memperoleh keterampilan, sementara hasil karya mereka meningkatkan sarana pelayanan Lapas. Aktivitas ini menjadi bukti pembinaan produktif terus berjalan meski di bulan Ramadhan dan tetap memberikan dampak positif bagi semua pihak,” tutur Akhmad.
Dengan adanya papan ini, layanan di P2U menjadi lebih tertib, aman, dan efisien. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Banjarmasin untuk menciptakan lingkungan pembinaan produktif, bermanfaat, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan Warga Binaan sehingga setiap hari tetap bermakna dan penuh manfaat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


