Lapas Pangkalpinang Hadirkan BESTIE, Perkuat Pemahaman HAM Warga Binaan
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bengkel Strategi Integrasi Edukasi (BESTIE) yang bersinergi dengan Kementerian HAM Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (18/4). Bertempat di Aula Lapas Pangkalpinang, kegiatan ini diikuti 150 Warga Binaan sebagai upaya meningkatkan kesadaran HAM, pembentukan karakter, dan kesiapan reintegrasi sosial.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Rangga Yuliansyah, menegaskan pembinaan di Lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi merupakan proses memperbaiki diri dan membangun masa depan. “BESTIE menjadi ruang pembinaan untuk menumbuhkan semangat perubahan, karakter, dan kesiapan Warga Binaan kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Rangga menambahkan setiap perilaku baik dan kedisiplinan yang dijalani selama masa pembinaan merupakan investasi penting bagi kehidupan setelah bebas. “Setiap kedisiplinan dan semangat belajar menjadi bekal berharga bagi masa depan Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM Kepulauan Bangka Belitung, Anis Ratna Ningsih, menyampaikan edukasi HAM di lingkungan Pemasyarakatan merupakan bagian penting dari proses pembinaan humanis. “Pemahaman HAM menjadi dasar penting dalam pembinaan dan pembentukan kesadaran diri Warga Binaan. Sinergi ini kami harapkan memperkuat pembinaan humanis dan berdampak nyata agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat dan menjalani reintegrasi sosial dengan lebih baik,” harapnya.
Selanjutnya, narasumber dari Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Reski Anwar, menyampaikan motivasi kepada Warga Binaan bahwa BESTIE-HAM merupakan kerangka pemahaman hak asasi manusia di balik jeruji. “BESTIE-HAM menjadi ruang pembinaan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” jelas Reski.
Ia juga menegaskan masa pembinaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk tumbuh. “Lapas adalah ruang pembelajaran untuk membangun karakter, meningkatkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif serta diharapkan meningkatkan pemahaman HAM, perubahan perilaku, dan kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan Lapas Pangkalpinang. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


