Lapas Tolitoli Perkuat Kepribadian dan Spiritual Warga Binaan lewat Pembinaan Keagamaan

Lapas Tolitoli Perkuat Kepribadian dan Spiritual Warga Binaan lewat Pembinaan Keagamaan

Tolitoli, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli secara rutin laksanakan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Pada Selasa (28/4), pembinaan dilaksanakan secara bersamaan bagi Warga Binaan Islam dan Kristen di tempat ibadah masing-masing di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian serta memperkuat mental dan spiritual Warga Binaan. “Kami berharap Warga Binaan meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan memiliki bekal moral yang baik saat kembali ke masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu, kegiatan bagi Warga Binaan Islam dilaksanakan di Masjid Darul Hisab. Pembinaan kepribadian ini diisi dengan penyampaian materi oleh Ustaz Asrul dan Ustaz Mabrur dengan tema “Kisah Inspirasi dari Imam Ahmad bin Hambal dan Keutamaan Salat Lima Waktu”. Melalui materi tersebut, Warga Binaan diajak untuk memahami nilai-nilai keteladanan, meningkatkan keimanan, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, Warga Binaan Kristen melaksanakan pembinaan kerohanian di Gereja Patmos. Kegiatan ini dipimpin oleh Pdt. Tomas Lumba dari Gereja Pantekosta Tabernakel Bukit Sion Tolitoli dengan renungan yang diambil dari 1 Petrus 5:8 bertema “Sadarlah dan Berjaga-jagalah”. Dalam penyampaiannya, Warga Binaan diajak untuk senantiasa waspada, memperkuat iman, dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Salah satu Warga Binaan berinisial A menyampaikan pembinaan ini memberikan dampak positif bagi dirinya. “Saya merasa lebih tenang dan lebih dekat dengan tuhan. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Warga Binaan berinisial R yang termotivasi untuk lebih disiplin dalam beribadah. “Dari kegiatan ini, saya belajar untuk lebih konsisten dalam menjalankan ibadah dan memperbaiki diri selama menjalani masa pidana,” ujarnya.

Pembinaan keagamaan ini merupakan upaya pembinaan kepribadian berkelanjutan di Lapas Tolitoli. Diharapkan melalui kegiatan ini, Warga Binaan makin sadar akan tujuan hidup, memperbaiki perilaku, dan  siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Pihak Lapas juga berharap para pemuka agama di Kabupaten Tolitoli terus berperan aktif dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan secara berkesinambungan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0