LATIH PETUGAS, LAPAS SLAWI KERJASAMA DENGAN POLRES TEGAL

SLAWI -  Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden 2014 dan penyelenggaraan kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan 1435 H, petugas pemasyarakatan harus bekerja ekstra guna terwujudnya stabilitas keamanan dan ketertiban lapas.  Mempersiapkan hal itu,  Lapas Slawi bekerjasama dengan jajaran Polres Tegal menggelar Pelatihan Dalmas dan Pasukan Huru-Hara untuk 55 orang petugas Lapas Kelas IIB Slawi. Dalam latihan ini, petugas dilatih untuk mengatasai gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan seperti huru-hara, perkelahian, pemberontakan dan pelarian serta gangguan keamanan d

LATIH PETUGAS, LAPAS SLAWI KERJASAMA DENGAN POLRES TEGAL
SLAWI -  Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden 2014 dan penyelenggaraan kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan 1435 H, petugas pemasyarakatan harus bekerja ekstra guna terwujudnya stabilitas keamanan dan ketertiban lapas.  Mempersiapkan hal itu,  Lapas Slawi bekerjasama dengan jajaran Polres Tegal menggelar Pelatihan Dalmas dan Pasukan Huru-Hara untuk 55 orang petugas Lapas Kelas IIB Slawi. Dalam latihan ini, petugas dilatih untuk mengatasai gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan seperti huru-hara, perkelahian, pemberontakan dan pelarian serta gangguan keamanan dalam lapas lainnya.  Petugas secara khusus belajar praktek membentuk formasi-formasi penanganan pengendalian masa dan cara menggunakan tongkat dan teknik negosiasi saat terjadinya kerusuhan dan gangguan keamanan lainnya. Kalapas Slawi Yan Rusmanto, mengatakan latihan ini merupakan bagian dari latihan tanggap darurat dan diadakan dengan maksud memberikan pembekalan kemampuan dan skill dalam menangani dan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban. “Adanya latihan ini diharapkan para petugas dapat mengatasi dan menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi di dalam lapas, lebih utama lagi para petugas harus dapat mengamankan keadaan dan juga tetap memperhatikan keselamatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun dirinya sendiri, karena walau bagaimanapun WBP juga memiliki HAM jadi tidak boleh diperlakukan semena-mena,” kata Yan Rusmanto. Salah seorang peserta Dodi Musdianto yang kesehariannya bertugas sebagai komandan jaga, menyatakan senang dengan latihan ini karena bisa menambah pengetahuan serta menanamkan rasa percaya diri dalam keadaan tidak diinginkan.  "Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diadakan, karena ilmunya sangat berguna untuk di lapangan,” harapnya.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0