Pembelajaran Fikih Salat di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Diajak Hayati Makna Ibadah
Banjarmasin, INFO_PAS - Pembelajaran fikih salat digelar di Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Senin (30/3), hadirkan suasana religius yang khidmat bagi para Warga Binaan. Kegiatan ini disampaikan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, Mursalim, dan diikuti dengan antusias oleh Warga Binaan.
Mursalim menekankan bahwa salat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan paling dekat antara manusia dengan Tuhannya. Dalam perspektif fikih, salat merupakan amal utama yang menjadi penentu baik buruknya kehidupan seseorang.
“Salat menjaga manusia dari keburukan, menghapus dosa, dan menjadi bukti keimanan. Namun, di balik setiap gerakannya terdapat makna mendalam, takbir sebagai pelepasan dari dunia, rukuk sebagai perendahan ego, dan sujud sebagai titik terdekat seorang hamba dengan Allah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pentingnya pendekatan tasawuf dalam menghidupkan makna salat. Menurutnya, hati yang masih dipenuhi sifat riya, kesombongan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia akan sulit merasakan kekhusyukan.
“Melalui zikir, muhasabah, dan tobat, hati dibersihkan agar mampu hadir sepenuhnya dalam salat. Ketika fikih dan tasawuf berjalan beriringan, maka salat tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi pertemuan yang menghadirkan ketenangan dan kedekatan dengan Allah,” tambahnya.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan mampu memperkuat keimanan dan membangun kesadaran diri Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menambahkan bahwa pembelajaran fikih salat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam menjalankan ibadah.
“Tidak hanya memahami tata cara, tetapi juga makna di balik ibadah, sehingga pelaksanaannya menjadi lebih khusyuk dan berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, ER, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari pembelajaran tersebut.
“Saya jadi lebih memahami makna dari setiap gerakan salat, tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban. Ini membuat saya lebih tenang dan lebih dekat dengan Allah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual sebagai bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


