Produktif dan Mandiri, Rutan Majene Sukses Panen 10 Kg Kangkung
Majene, INFO_PAS – Warga Binaan bersama peserta magang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene berhasil memanen 10 kilogram kangkung di area branggang, Selasa (28/4). Kegiatan tersebut merupakan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Rutan untuk meningkatkan keterampilan bercocok tanam, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan mendukung ketahanan pangan.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan kegiatan pertanian merupakan salah satu strategi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada penguatan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan oleh Warga Binaan setelah bebas. Pogram ini dirancang berkelanjutan agarmemberikan dampak nyata, baik dalam membangun kemandirian Warga Binaan maupun mendukung kebutuhan internal Rutan melalui hasil panen yang diperoleh.
“Melalui kegiatan pertanian seperti ini, kami ingin membekali Warga Binaan dengan keterampilan bermanfaat sehingga menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” jelas Christy.
Ia menuturkan pemanfaatan lahan di Rutan menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia sekaligus menciptakan lingkungan yang produktif dan bernilai guna. Hasil panen tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program pembinaan, tetapi turut memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi di Rutan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Hasilnya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembinaan, tetapi juga digunakan untuk menunjang kebutuhan konsumsi di Rutan,” tutur Christy.
Salah seorang peserta magang, Salihin, menjelaskan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga, terutama dalam memahami proses pembinaan kemandirian diterapkan secara nyata di lingkungan Pemasyarakatan. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan secara teoritis, tetapi memberikan gambaran konkret mengenai upaya pemberdayaan Warga Binaan melalui kegiatan produktif dan terarah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang sedang magang. Kami bisa belajar langsung proses pembinaan kemandirian berjalan di lapangan,” jelas Salihin.
Melalui keterlibatan langsung tersebut, dirinya melihat secara nyata perubahan sikap dan semangat Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan yang positif. Pendekatan pembinaan seperti ini mampu membangun rasa percaya diri dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat nantinya.
“Ini bukan sekadar teori, tetapi praktik nyata yang memperlihatkan bagaimana Warga Binaan diberdayakan secara positif,” tutur Salihin.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Asmadi, bersyukur terlibat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar keterampilan baru yang bermanfaat. Ia juga merasakan perubahan positif dalam dirinya, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat untuk memperbaiki diri.
“Selain mengisi waktu dengan hal positif, saya juga mendapatkan ilmu yang bisa saya gunakan setelah bebas nanti,” ujar Asmadi,
Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang sehingga menciptakan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang dimiliki. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


