Ramadan Produktif, Rutan Majene Panen 5 Kg Pakcoy

Ramadan Produktif, Rutan Majene Panen 5 Kg Pakcoy

Majene, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene panen 5 kilogram pakcoy di area brandgang, Selasa (24/2). Panen ini merupakan hasil program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan Warga Binaan, khususnya selama bulan suci Ramadan.

Program ini meliputi proses penanaman bibit, perawatan, pemupukan hingga panen yang diikuti Warga Binaan peserta program kemandirian di bawah pengawasan petugas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, menumbuhkan etos kerja, serta membekali kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.

Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa panen pakcoy bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan aplikatif. Memunurtnya, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menanamkan nilai produktivitas yang selaras dengan pembinaan spiritual.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pengembangan kapasitas diri Warga Binaan. Ramadan menjadi momentum tepat untuk menggabungkan pembinaan spiritual dan kemandirian agar mereka lebih siap secara mental dan keterampilan saat kembali ke masyarakat. Hasil panen ini merupakan simbol dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program pertanian sebagai salah satu sektor unggulan pembinaan kemandirian di Rutan Majene guna menumbuhkan rasa percaya diri Warga Binaan sekaligus mendorong lahirnya karya positif.

“Kami berkomitmen menghadirkan program produktif yang berdampak nyata. Ke depan tidak hanya pakcoy, tetapi juga berbagai jenis tanaman lain akan dikembangkan agar keterampilan semakin variatif dan mendukung kemandirian ekonomi setelah bebas nanti,” tegasnya.

Pembina Kemandirian, Munardi, menuturkan bahwa budidaya pakcoy membutuhkan ketelitian sejak penyemaian hingga panen. Warga Binaan diajarkan teknik dasar pertanian mulai dari pengolahan media tanam, pengaturan jarak tanam, penyiraman, hingga pengendalian hama sederhana agar memahami proses secara menyeluruh.

“Melalui proses ini mereka belajar kesabaran, ketekunan, dan kerja sama tim. Kami melihat adanya peningkatan semangat serta rasa tanggung jawab dari Warga Binaan yang terlibat,” ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan, Asmadi, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru dan membuat dirinya merasa lebih produktif selama menjalani masa pembinaan.

“Kami merasa dihargai karena diberi kepercayaan mengelola tanaman hingga panen. Semoga ilmu ini menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Majene berharap semakin banyak Warga Binaan yang memperoleh keterampilan produktif serta memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Majene

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0