Sentuh Hati Warga Binaan, Lapas Banjarmasin Intensifkan Pembelajaran Al-Qur’an dan Salat Duha

Sentuh Hati Warga Binaan, Lapas Banjarmasin Intensifkan Pembelajaran Al-Qur’an dan Salat Duha

Banjarmasin, INFO_PAS - Di balik tembok tinggi dan pintu yang terkunci, ada ruang-ruang sunyi yang kini diisi lantunan ayat suci. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kepribadian bidang keagamaan dengan mengintensifkan pembelajaran Al-Qur’an dan pelaksanaan salat Duha bagi Warga Binaan, di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (2/4).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran spiritual, menenangkan batin, serta menuntun langkah Warga Binaan untuk kembali mendekat kepada Sang Pencipta. Dilaksanakan secara rutin, program ini disambut antusias Warga Binaan yang mengikuti dengan khusyuk dan penuh kesungguhan.

Pembelajaran Al-Qur’an difokuskan pada kemampuan membaca, memahami, hingga penghayatan makna ayat. Sementara itu, salat Duha menjadi momentum pembiasaan ibadah sunnah yang diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan dan keikhlasan dalam beribadah.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan.

"Melalui pembelajaran Al-Qur’an dan pembiasaan salat Duha, kami ingin membangun fondasi kepribadian yang lebih baik. Harapannya, mereka tidak hanya berubah selama di dalam, tetapi juga siap menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," ujarnya.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, turut menegaskan komitmen dalam mendukung pembinaan berbasis spiritual. "Pembinaan kepribadian adalah kunci. Ketika hati disentuh, perubahan itu nyata. Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sebagai pegangan hidup ke depan," tegasnya.

Salah satu Warga Binaan, SN, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membawa ketenangan dan harapan baru dalam menjalani masa pembinaan. "Saya merasa lebih tenang dan punya arah hidup yang lebih jelas. Belajar Al-Qur’an dan rutin salat Duha membuat saya lebih dekat dengan Allah dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.

Di antara barisan saf yang rapi, doa-doa terangkat pelan mengalir tanpa suara, tapi penuh harap. Dari balik jeruji, langkah kecil menuju perubahan itu sedang dimulai. Bukan sekadar rutinitas, tapi perjalanan pulang menuju diri yang lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0