Smart Farming Dorong Kemandirian Pangan di Lapas dan Rutan Wilayah Maluku
Ambon_INFO PAS – Penguatan ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Maluku diarahkan pada penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas lahan, mengoptimalkan potensi pertanian, dan mendorong kemandirian pangan berkelanjutan. Upaya tersebut didorong melalui koordinasi jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMR) Provinsi Maluku. Selasa (27/10).
Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Sarwono, tersebut diterima langsung oleh Kepala BPMR Provinsi Maluku, Gunawan. Pertemuan ini berfokus pada penjajakan dukungan teknis, pemanfaatan inovasi pertanian, serta pengembangan metode budi daya yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan potensi masing-masing Lapas dan Rutan di Maluku.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, penerapan smart farming juga berpotensi memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Keterlibatan dalam proses budi daya, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen menjadi pengalaman praktis yang bermanfaat sebagai bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sarwono menyampaikan pengembangan pertanian di Lapas dan Rutan perlu diarahkan pada hasil yang nyata dan berkelanjutan. “Yang ingin kami dorong adalah bagaimana lahan yang tersedia di Lapas dan Rutan dapat dimanfaatkan secara produktif melalui metode pertanian yang tepat. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan teknis, kegiatan ini diharapkan memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan,” terangnya.
Selaku Kepala BRMP Provinsi Maluku, Gunawan menyampaikan pengembangan smart farming diharapkan mendorong pengelolaan lahan yang lebih efektif, mulai dari pemilihan komoditas yang sesuai, penerapan teknik budi daya yang tepat, hingga peningkatan hasil produksi. “Kami siap mendukung dengan pendampingan untuk memberikan pengetahuan dan teknologi pertanian karena hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pola pengelolaan yang terarah sehingga kegiatan pertanian di lingkungan Pemasyarakatan memberikan hasil yang lebih optimal,” ungkapnya.
Koordinasi dengan BPMR Provinsi Maluku diharapkan ditindaklanjuti melalui identifikasi potensi lahan, pemetaan kebutuhan sarana dan teknologi, serta penguatan pendampingan sesuai karakteristik masing-masing satuan kerja. Langkah ini penting agar penerapan pertanian modern tidak sekadar menjadi kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi sistem terukur dan berkesinambungan.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, Kanwil Ditjenpas Maluku mendorong Lapas dan Rutan di Maluku untuk mengembangkan potensi pertanian secara optimal. Targetnya, program smart farming berkontribusi terhadap ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan, serta menghadirkan pembinaan Warga Binaan yang lebih bermanfaat dan berorientasi pada kemandirian. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Maluku
What's Your Reaction?


