Terlibat Upaya Pelarian, 2 Narapidana Lapas Pontianak Dipindahkan ke Lapas Khusus Karanganyar

Terlibat Upaya Pelarian, 2 Narapidana Lapas Pontianak Dipindahkan ke Lapas Khusus Karanganyar

Nusakambangan, INFO_PAS – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Barat memindahkan dua narapidana berinisial S dan UN ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Karanganyar, Nusakambangan, Jawa Tengah, Jumat (1/10). Kedua narapidana tiba pukul 23.35 WIB setelah dipindahkan dari Lapas Kelas IIA Pontianak dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak.

Pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan ketat oleh pihak Lapas dan Rutan Pontianak bekerja sama dengan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kepolisian Sektor Nusakambangan, dan Lapas Khusus Karanganyar. Sebelum dipindahkan, kedua narapidana terlebih dahulu menjalani tes urine dan rapid test antigen sesuai prosedur penanganan narapidana risiko tinggi dan pencegahan penyebaran COVID-19.

Kedua narapidana kemudian ditempatkan di kamar hunian one man one cell. Hal ini sesuai dengan komitmen Pemasyarakatan untuk memberantas peredaran gelap narkotika di Lapas/Rutan dengan menempatkan narapidana risiko tinggi di Lapas Super Maximum Security.

Sebelumnya, diberitakan S merupakan narapidana Lapas Pontianak yang melarikan diri pada 3 September 2021 sekira pukul 02.00 WIB. Pelarian diri S dibantu oleh UN yang merupakan tahanan pendamping di Lapas Pontianak kala itu. Keduanya merupakan narapidana kasus narkotika.

Usai terindikasi membantu pelarian S, UN dipindahkan ke Rutan Pontianak untuk memudahkan penggalian informasi. Sementara itu, pelarian S berakhir pada 30 September 2021 setelah ditangkap kembali di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sebagai informasi, saat kejadian narapidana UN tengah dalam pengusulan Pembebasan Bersyarat setelah menjalani lebih dari 2/3 masa pidana.  Namun, akibat perbuatan mereka, baik S maupun UN dipindahkan ke Lapas Khusus Karanganyar.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan pemindahan ini merupakan langkah tegas Pemasyarakatan terhadap pelaku gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan untuk menciptakan situasi kondusif. Selain itu, menurutnya hal ini sesuai dengan amanat Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga, tentang pemberantasan narkotika.

“Di berbagai kesempatan, Dirjenpas selalu menegaskan siapapun yang terlibat dengan narkotika, baik Warga Binaan Pemasyarakatan maupun petugas, apalagi jika tergolong kategori bandar, akan dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan, termasuk dua orang ini yang dinilai berisiko tinggi mengganggu keamanan di Lapas,” tandasnya. (Afn/IR)

What's Your Reaction?

like
3
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0