Tiga Napiter Lapas Magelang Ikrar Setia NKRI, Kakanwil Ditjenpas Jateng Tegaskan Komitmen Deradikalisasi
Magelang, INFO_PAS — Tiga Narapidana terorisme (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Magelang laksanakan pembacaan dan penandatanganan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (21/1). Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, bersama sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan perwakilan Aparat Penegak Hukum setempat.
Kakanwil menegaskan ikrar setia merupakan wujud nyata keberhasilan proses pembinaan dan deradikalisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas. “Ikrar setia kepada NKRI bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen moral dan ideologis untuk kembali ke pangkuan NKRI serta menjalani kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.
Mardi juga menekankan pentingnya peran sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan pembinaan napiter, baik selama menjalani masa pidana maupun saat kembali ke tengah masyarakat. “Proses reintegrasi sosial harus terus dikawal agar para napiter menjadi pribadi yang produktif dan tidak kembali pada paham radikal,“ pesannya.
Melalui pelaksanaan ikrar setia ini, diharapkan para napiter menjadi contoh keberhasilan program pembinaan Pemasyarakatan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan dan keamanan NKRI.

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil juga meninjai program ketahanan pangan di Lapas Magelang, khususnya sarana Asimilasi bagi Warga Binaan jelang bebas. Rombongan meninjau sejumlah area di dalam Lapas Magelang, mulai dari area branggang, dapur, hingga area ketahanan pangan yang selama ini dimanfaatkan sebagai bagian dari program pembinaan dan Asimilasi Warga Binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Lapas Magelang sendiri memiliki berbagai sarana ketahanan pangan yang dikelola secara berkelanjutan, seperti peternakan ayam, pertanian, dan perikanan. Program tersebut tidak hanya mendukung kemandirian pangan Lapas, tetapi juga menjadi media pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.
Kakanwil turut melepas ratusan bibit ikan ke kolam perikanan Lapas. Bibit ikan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan di bidang perikanan yang diharapkan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif setelah bebas nanti.
Mardi menegaskan pentingnya pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. Ia juga memastikan seluruh pelayanan pembinaan di Lapas Magelang berjalan dengan baik dan sesuai prinsip Pemasyarakatan.
“Kegiatan ketahanan pangan ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga sarana pembinaan dan asimilasi agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan mental yang siap saat kembali ke masyarakat,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Lapas Magelang, Agung Supriyanto menyampaikan pihaknya berkomitmen terus mengembangkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Ditjenpas serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Kami bertekad mencetak Warga Binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat usai menjalani masa pidana,“ tegasnya. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Jateng
What's Your Reaction?


