TPA di Rutan Pelaihari Jadi Jalan Perubahan Warga Binaan

TPA di Rutan Pelaihari Jadi Jalan Perubahan Warga Binaan

Pelaihari, INFO_PAS — Di balik tembok pembinaan, perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, ia hadir dari langkah sederhana: duduk bersama, membuka mushaf, lalu perlahan belajar kembali membaca ayat-ayat suci dengan hati yang lebih tenang. Suasana itulah yang tampak dalam pembinaan kepribadian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diikuti Warga Binaan Rutan Kelas IIB Pelaihari, Senin (30/3).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA hingga selesai tersebut menjadi salah satu ruang pembinaan yang bukan hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik, kedisiplinan, dan kesadaran untuk memperbaiki diri. Di tengah proses menjalani masa pidana, para Warga Binaan diajak untuk tidak berhenti belajar, tidak berhenti berubah, dan tidak berhenti menata hidup ke arah yang lebih baik.

Pembinaan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan di bawah pengawasan langsung petugas Rutan Pelaihari, Abdul Latief Iriawan, yang turut memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Menurutnya, pembinaan kepribadian seperti TPA bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses membangun ulang pribadi Warga Binaan agar memiliki bekal moral dan spiritual yang lebih kuat ketika kembali ke masyarakat.

“TPA bukan hanya mengajarkan Warga Binaan untuk bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk hati, memperbaiki sikap, dan menumbuhkan kesadaran dalam diri mereka. Kami ingin pembinaan di Rutan Pelaihari benar-benar menjadi proses perubahan agar mereka keluar nanti bukan hanya selesai menjalani masa pidana, tetapi juga membawa pribadi yang lebih baik,” ujar Abdul.

Bagi sebagian Warga Binaan, kegiatan ini juga menjadi titik balik yang memberi makna baru dalam kehidupan mereka. Salah satunya dirasakan oleh Rizky, Warga Binaan peserta pembinaan yang mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengikuti TPA di Rutan Pelaihari.

“Dulu saya banyak lalai dan kurang memikirkan hidup saya ke depan. Setelah ikut pembinaan seperti ini, saya jadi lebih tenang, lebih sadar, dan lebih ingin berubah. Belajar mengaji di sini membuat saya merasa masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Rizky.

TPA menjadi gambaran proses pembinaan di Rutan bukan hanya soal menjalani masa pidana, tetapi juga tentang membuka peluang perubahan bagi setiap Warga Binaan. Melalui pendekatan keagamaan yang konsisten dan menyentuh sisi batin, Rutan Pelaihari terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan harapan.

Dengan pembinaan yang berjalan berkelanjutan, Rutan Pelaihari berkomitmen menjadikan setiap proses pembinaan sebagai ruang pemulihan diri agar Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru, sikap yang lebih baik, dan bekal moral yang lebih kuat. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Pelaihari
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0