Warga Binaan Lapas Palu Terima Pelayanan Ibadah dari GPDI Pedati Palu

Warga Binaan Lapas Palu Terima Pelayanan Ibadah dari GPDI Pedati Palu

Palu, INFO_PAS — Suasana penuh kekhusyukan dan haru menyelimuti Gereja Oikumene Jemaat Kalvari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, Selasa (4/11). Dentingan gitar dan lantunan pujian dari para Warga Binaan mengiringi awal pelaksanaan ibadah pelayanan rohani oleh Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Pedati Palu). Senyum dan semangat terpancar dari wajah para peserta ibadah yang dengan khidmat mengikuti setiap rangkaian ibadah.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan keagamaan yang terus digalakkan Lapas Palu sebagai upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, beriman, dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat. Melalui pendekatan spiritual, Lapas Palu berkomitmen menciptakan suasana pembinaan yang humanis dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Kepala Lapas Palu, Makmur, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada GPDI Pedati Palu atas perhatian dan dukungannya terhadap pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas. “Pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam Sistem Pemasyarakatan. Melalui kegiatan ibadah seperti ini, kami ingin menanamkan nilai spiritualitas agar Warga Binaan memiliki kekuatan batin dan semangat baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Ibadah kali ini dipimpin langsung oleh Pendeta Arthur dari GPDI Pedati Palu. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan tentang pengharapan, pertobatan, dan kasih tuhan yang selalu terbuka bagi setiap umat manusia, tanpa memandang latar belakang atau kesalahan di masa lalu.

“Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Sekalipun berada di tempat yang terbatas, kasih dan pengampunan tuhan selalu tersedia bagi mereka yang mau bertobat dan percaya,” ujar Penderta Arthur.

Salah satu Warga Binaan Steven, mengaku ibadah tersebut memberi ketenangan dan semangat baru dalam menjalani masa pembinaan. “Saya merasa tenang setiap kali ikut ibadah. Di sini saya belajar bahwa kesempatan untuk berubah itu masih ada. Saya ingin menggunakan waktu di Lapas ini untuk memperbaiki diri dan memperdalam iman saya kepada Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas komitmen Lapas Palu yang terus menghidupkan kegiatan pembinaan rohani secara rutin. “Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata pembinaan yang menyentuh aspek spiritual Warga Binaan. Pembinaan tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral dan keimanan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita. Melalui kegiatan ini, diharapkan Warga Binaan terus memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menumbuhkan semangat untuk menjalani hidup yang lebih bermakna pascapembebasan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0