30 WBP Lapas Perempuan Malang Jalani VCT

Malang, INFO_PAS – Sebanyak 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang menjalani Voluntary Councelling and Testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela, Jumat (18/1). Pelaksanaan tes tersebut menggandeng Medical students Committee For International Affair (MSCIA) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dalam menyambut Hari AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember. MSCIA tidak hanya sendiri. Mereka menggandeng stakeholder lainnya untuk mensukseskan kegiatan kali ini diantaranya Dinas Kesehatan Kota Malang yang melibatkan Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) untuk pelaksanaan VCT, Komisi Penanggulangan HIV AIDS Kota Malang, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Paramitra. “Momen perayaan Hari AIDS sedunia sudah rutin kami laksanakan setiap tahunnya yang dikemas menarik dalam bentuk persembahan drama oleh WBP. Tahun ini kami sangat senang dengan kedatangan piha

30 WBP Lapas Perempuan Malang Jalani VCT
Malang, INFO_PAS – Sebanyak 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang menjalani Voluntary Councelling and Testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela, Jumat (18/1). Pelaksanaan tes tersebut menggandeng Medical students Committee For International Affair (MSCIA) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dalam menyambut Hari AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember. MSCIA tidak hanya sendiri. Mereka menggandeng stakeholder lainnya untuk mensukseskan kegiatan kali ini diantaranya Dinas Kesehatan Kota Malang yang melibatkan Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) untuk pelaksanaan VCT, Komisi Penanggulangan HIV AIDS Kota Malang, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Paramitra. “Momen perayaan Hari AIDS sedunia sudah rutin kami laksanakan setiap tahunnya yang dikemas menarik dalam bentuk persembahan drama oleh WBP. Tahun ini kami sangat senang dengan kedatangan pihak luar yang memberikan perhatian khusus serta kontribusi positif dalam bentuk layanan VCT bagi WBP. Mudah-mudahan kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini,” harap Wahyu Andayati selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Perempuan Malang. [caption id="attachment_52417" align="aligncenter" width="225"] VCT di LPP Malang[/caption] President MSCIA, Khairunnisa, menyampaikan peringatan Hari AIDS secara nasional mengusung tema “Back to 90’s” yang bermakna menaikkan target capaian diagnosa   HIV menjadi 90% dan dari 90% yang terdiagnosa tersebut mendapatkan tata laksana lebih lanjut. “Sengaja kami menyasar WBP karena mereka merupakan salah satu populasi kunci penularan HIV. Apalagi perempuan mereka cenderung kurang mengetahui jika ternyata diri mereka beresiko,” paparnya. Rangkaian acara dimulai dengan pre-test pengetahuan WBP seputar HIV/AIDS disusul dengan penyuluhan pengetahuan dasar HIV oleh tenaga penyuluh dari RSI UNISMA dan disudahi dengan post-test materi. “Sepertinya mbak-nya di sini sudah pintar semua ya. Terbukti dari kecepatan menjawab soal dan semua hasil pre dan post-test memuaskan,” puji Ika dan Yuda selaku host acara dari MSCIA. Setali tiga uang, Iin Indarti selaku dokter lapas mengungkapkan ingatanWBP lapas masih fresh karena mereka sudah pernah mendapatkan penyuluhan beberapa hari setelah masuk lapas. “Sejak masuk, mereka segera di-skrining TB-HIV, ditawarkan untuk tes HIV, dan diberikan akses informasi tentang HIV/AIDS melalui kegiatan penyuluhan,” terangnya. Seraya mengurangi ketegangan WBP yang menjalani konseling dan tes HIV, peserta tes dihibur dengan beberapa games seru berhadiah. Adapun pada sesi VCT, dengan tetap menjaga asas confidensialitas (kerahasiaan), setiap WBP digiring bergiliran menuju tiga meja terpisah untuk menjalani pre-test counseling oleh tenaga konselor terlatih. Setelah menandatangani persetujuan tes (informed concern) dilakukan pengambilan darah dengan metode rapid test.  Saat hasil laboratorium keluar, mereka pun kembali mendapatkan layanan konseling post-test. “Ssaya senang ikut kegiatan ini. Sudah lama saya ingin ikut tes, tapi selama di luar sana selain ada perasaan takut, saya juga tidak mengetahui dimana saya bisa mendapatkan akses layanan tes HIV,” tutur Lilik Sri Rahayu, salah satu WBP yang ikut tes.     Kontributor: Lapas Perempuan Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0