37 Warga Binaan Jalani Unas di Lapas Cipinang

JAKTIM – Sebanyak 37 warga binaan dan mantan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang mengikuti ujian nasional (unas) Kejar Paket B dan C. Mereka optimistis dapat lulus dan menerima ijazah persamaan. Sebanyak 15 warga binaan dan 13 mantan penghuni mengikuti ujian paket C. Sedangkan delapan warga binaan dan seorang mantan penghuni lapas mengikuti ujian paket B. Selain di lapas kriminal, juga berlangsung ujian di Lapas Narkoba Cipinang yang diikuti 25 warga binaan. Kepala PKBM Warga Mandiri Lapas Klas I Cipinang Samsun mengatakan, peserta paket C akan menjalani ujian selama empat hari. Sedangkan ujian paket B dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Mata pelajaran yang diujikan adalah IPS, IPA, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, dan keterampilan. ’’Setiap hari (ada ujian) dua mata pelajaran,’’ katanya Selasa (19/8). Menurut dia, penyelenggaraan unas kali ini tidak terkendala soal dan lembar jawaban. Semua perangkat ujian telah lengkap

37 Warga Binaan Jalani Unas di Lapas Cipinang
JAKTIM – Sebanyak 37 warga binaan dan mantan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang mengikuti ujian nasional (unas) Kejar Paket B dan C. Mereka optimistis dapat lulus dan menerima ijazah persamaan. Sebanyak 15 warga binaan dan 13 mantan penghuni mengikuti ujian paket C. Sedangkan delapan warga binaan dan seorang mantan penghuni lapas mengikuti ujian paket B. Selain di lapas kriminal, juga berlangsung ujian di Lapas Narkoba Cipinang yang diikuti 25 warga binaan. Kepala PKBM Warga Mandiri Lapas Klas I Cipinang Samsun mengatakan, peserta paket C akan menjalani ujian selama empat hari. Sedangkan ujian paket B dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Mata pelajaran yang diujikan adalah IPS, IPA, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, dan keterampilan. ’’Setiap hari (ada ujian) dua mata pelajaran,’’ katanya Selasa (19/8). Menurut dia, penyelenggaraan unas kali ini tidak terkendala soal dan lembar jawaban. Semua perangkat ujian telah lengkap dan tersedia. Ada 20 jenis soal yang berbeda. Semuanya sesuai dengan standar pendidikan kejar paket. Namun, paket soal masih menyisakan tiga paket. Sebab, tiga mantan warga binaan tidak hadir untuk mengikuti unas tersebut. ’’Itulah repotnya. Ketika akan kami panggil lagi, alamatnya sudah nggak jelas. Nomor teleponnya juga,’’ tuturnya. Dia menjelaskan, Lapas Cipinang biasanya menggelar dua kali unas dalam dua tahap. Namun, tahun ini penyelenggaraannya hanya sekali. Warga binaan harus memenuhi persyaratan administrasi untuk dapat mengikuti unas. Misalnya, nilai standar ijazah atau rapor terakhir mencapai 6,28. Warga binaan juga perlu melakukan pendalaman materi. Itu tidak seperti peserta ujian kejar paket pada umumnya. Sebab, mereka butuh waktu untuk menguasai semua materi yang diujikan. Padahal, peserta tidak bisa belajar selama 24 jam.’’Butuh waktu. Semua buku ada di kelas, tapi mereka tak bisa sembarangan keluar masuk (dari sel atau ruang tahanan),’’ tuturnya. Ketua Penyelenggara UN Program Paket C Jakarta Timur Tikrawati mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti ujian paket C masih sangat tinggi. Di lapas, mayoritas peserta didik masih ingin mengejar ketertinggalan saat menjalani pembinaan. Semua peserta yang lulus berhak dapat ijazah paket C. Model blankonya sama persis dengan ijazah lulusan di sekolah reguler. Surat tanda lulus tersebut dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas. ’’Nggak ada embel-embel lulusan Cipinang,’’ katanya. (ary/mby/dwi) Sumber : jawapos.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0