46 Tahanan ''Pindah Rumah''

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memindahkan 46 narapidana dari rumah tahanan ke lembaga pemasyarakatan pekan ini. "Mereka dipindahkan karena sudah berstatus narapidana," kata Kepala Subdirektorat Komunikasi Direktorat Jenderal Permasyarakatan, Akbar Hadi, Jumat, 31 Agustus 2012. Akbar menjelaskan, dari 46 narapidana, 13 orang di antaranya telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, pada Selasa lalu. Sedangkan sisanya dipindahkan ke Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, pada Rabu malam. Di antara mereka yang dipindahkan ada terpidana seumur hidup kasus pembobolan BNI kantor cabang utama Kebayoran Baru, Adrian Waworuntu; terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, Sutedjo Yuwono; terpidana kasus korupsi pengadaan kereta api, Sumino; dan terpidana kasus korupsi PT Brocolyn, Dicky Iskandar Dinata. Menurut Akbar, pemindahan Adrian dkk dilakukan karena sarana dan prasarana di l

46 Tahanan ''Pindah Rumah''
TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memindahkan 46 narapidana dari rumah tahanan ke lembaga pemasyarakatan pekan ini. "Mereka dipindahkan karena sudah berstatus narapidana," kata Kepala Subdirektorat Komunikasi Direktorat Jenderal Permasyarakatan, Akbar Hadi, Jumat, 31 Agustus 2012. Akbar menjelaskan, dari 46 narapidana, 13 orang di antaranya telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, pada Selasa lalu. Sedangkan sisanya dipindahkan ke Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, pada Rabu malam. Di antara mereka yang dipindahkan ada terpidana seumur hidup kasus pembobolan BNI kantor cabang utama Kebayoran Baru, Adrian Waworuntu; terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, Sutedjo Yuwono; terpidana kasus korupsi pengadaan kereta api, Sumino; dan terpidana kasus korupsi PT Brocolyn, Dicky Iskandar Dinata. Menurut Akbar, pemindahan Adrian dkk dilakukan karena sarana dan prasarana di lembaga pemasyarakatan lebih mendukung untuk kegiatan pembinaan. Misalnya, bengkel kerja yang lebih luas, aula, dan tempat ibadah yang lebih lapang, serta perpustakaan, sarana olahraga, dan sarana kesenian yang lebih memadai. "Selain itu, memang di lembaga pemasyarakatan bagi para narapidana adalah tempat pembinaan. Sedangkan di rumah tahanan sifatnya hanya sementara," ujarnya. Pemindahan narapidana dari rutan ke lapas Selasa dan Rabu lalu, menurut Akbar, dilakukan mendadak dan tanpa pemberitahuan terlebih dulu ke pihak keluarga. Sebab, biasanya narapidana enggan dan menolak untuk pindah tahanan, karena mesti beradaptasi dengan lingkungan baru. ISMA SAVITRI
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/08/31/063426643/46-Tahanan-Pindah-Rumah

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0