500 Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Lulus Program TAPERA
Belitung, INFO_PAS — Tepat satu tahun pelaksanaan Program Tabungan Penjemput Rahmat (TAPERA), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan kembali torehkan capaian positif dalam bidang pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan. Program pembinaan kerohanian tersebut berhasil meluluskan sebanyak 500 Warga Binaan laki-laki dan perempuan beragama Islam yang dinyatakan memenuhi standar praktik salat wajib dan sunah, serta hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.
TAPERA dilaksanakan setiap Jumat di blok hunian dan masjid Lapas Tanjungpandan. Program ini juga melibatkan penguji dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung bersama tokoh agama Islam setempat guna memastikan kualitas pembinaan berjalan optimal dan terukur.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan keberhasilan TAPERA menjadi bukti pembinaan spiritual mampu menghadirkan perubahan nyata bagi Warga Binaan. “TAPERA kami hadirkan bukan hanya untuk mengajarkan tata cara ibadah, tetapi membentuk kesadaran spiritual dan karakter Warga Binaan. Alhamdulillah, dalam satu tahun pelaksanaannya, telah lahir 500 peserta yang berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran. Ini menjadi bukti pembinaan yang dilakukan dengan hati mampu menghadirkan perubahan yang nyata,” ujarnya,” Jumat (8/5).
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, menyebut TAPERA menjadi salah satu program unggulan pembinaan keagamaan yang dirancang secara berkelanjutan. “TAPERA kami susun sebagai pembinaan yang terukur, mulai dari praktik salat, bacaan, hingga hafalan surat pendek. Keterlibatan petugas, Kemenag, dan tokoh agama menjadi penguat agar pembinaan berjalan maksimal serta memberi dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan,” katanya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Salah satu peserta berinisial NH mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat berarti selama mengikuti TAPERA.
“Awalnya saya masih banyak kekurangan dalam ibadah, baik bacaan maupun gerakan salat. Melalui TAPERA, saya belajar lebih disiplin, lebih memahami agama, dan merasa lebih tenang. Program ini benar-benar memberi perubahan dalam diri saya,” ungkap NH.
Melalui capaian tersebut, Lapas Tanjungpandan terus menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kemandirian, tetapi juga pembangunan mental, moral, dan spiritual Warga Binaan sebagai proses Pemasyarakatan yang humanis dan bermakna. (IR)
Kontributor Berita: Lapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


