Bapas Denpasar Hadirkan Pembimbingan Kepribadian Berbasis Kearifan Lokal
Gianyar, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar terus hadirkan pembimbingan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan Klien Pemasyarakatan. Melalui Radenjalak Permata atau Rabu Bapas Denpasar Jajaki dan Laksanakan Pembimbingan Bersama Masyarakat Terpadu, Bapas Denpasar laksanakan bimbingan kepribadian bertema “Pengendalian Diri dalam Mengendalikan Tri Kaya Parisudha bagi Klien Pemasyarakatan dalam Menjalani Reintegrasi Sosial” di Pura Tirta Empul, Kabupaten Gianyar, Rabu (9/9).
Kegiatan tersebut menjadi upaya Bapas Denpasar dalam menghadirkan pembimbingan. Tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memadukan nilai budaya, kearifan lokal, dan nilai keagamaan sebagai proses pembentukan kepribadian Klien Pemasyarakatan.
Selain mengikuti pembimbingan, para Klien Pemasyarakatan juga mengikuti prosesi melukat di kawasan Pura Tirta Empul sebagai prosesi penyucian diri secara lahir dan batin dengan menggunakan air suci atau tirta. Prosesi tersebut menjadi pengalaman spiritual sekaligus momentum refleksi bagi para Klien. Melalui kegiatan tersebut, Klien diajak untuk melakukan introspeksi, menata kembali sikap dan perilaku, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Kepala Bapas Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan perlu dilaksanakan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mendukung proses perubahan diri. “Pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang penyampaian materi, tetapi juga menghadirkan proses pembelajaran yang mampu menyentuh kesadaran dan kepribadian Klien. Melalui kegiatan ini, kami mencoba memadukan pembimbingan dengan nilai budaya, kearifan lokal, dan spiritualitas sebagai proses refleksi dan pembentukan karakter,” terangnya.
Pada kesempatan itu, materi mengenai Tri Kaya Parisudha disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, yang menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Menurutnya, pengendalian diri memiliki peran penting dalam kehidupan setiap individu karena pikiran, perkataan, dan perbuatan saling berkaitan satu sama lain.
“Tri Kaya Parisudha mengajarkan pentingnya pengendalian terhadap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan karena apa yang dipikirkan akan memengaruhi apa yang diucapkan dan pada akhirnya tercermin melalui tindakan kita. Nilai inilah yang diharapkan menjadi pedoman bagi Klien Pemasyarakatan dalam menjalani perubahan diri dan kembali membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat,” ujar Ida,
Dengan memadukan pembimbingan, kebudayaan, kearifan lokal, dan nilai keagamaan, Bapas Denpasar terus mendorong pelaksanaan pembimbingan yang menyentuh aspek kepribadian Klien Pemasyarakatan. Melalui proses tersebut, Klien diharapkan membangun pengendalian diri, mengambil nilai-nilai positif sebagai bekal perubahan, serta kembali berperan secara positif dan bertanggung jawab di tengah keluarga dan masyarakat. (IR)
Kontributor: Bapas Denpasar
What's Your Reaction?


