Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ubah Bonggol Jagung Jadi Budidaya Jamur

 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ubah Bonggol Jagung Jadi Budidaya Jamur

Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus kembangkan keterampilan Warga Binaan melalui kegiatan produktif. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bonggol jagung sebagai media budidaya Coprinus comatus (jamur janggel) bersama peserta magang di area Agroedupark, Kamis (10/9).

Pada tahap awal, 10 kilogram bonggol jagung disiapkan, kemudian ditaburi campuran 1,5 kilogram bekatul, enam keping ragi, dan setengah kilogram urea. Media tersebut selanjutnya ditutup untuk menjaga kelembapan dan disiram secara berkala setiap dua hari sekali. Proses penyemaian hingga jamur mulai tumbuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

Peserta magang, Sekar, lulusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang, turut terlibat langsung bersama dua peserta magang lainnya. Mereka membantu menyiapkan media, melakukan penyemaian, mendampingi perawatan, dan berbagi pengetahuan dan ide kepada Warga Binaan dalam proses budidaya jamur.

“Kami ingin berbagi ilmu sekaligus belajar bersama Warga Binaan, mulai dari menyiapkan media hingga perawatannya. Semoga jamurnya tumbuh baik dan nantinya bisa dimanfaatkan,” ujar Sekar.

Salah satu Warga Binaan berinisial AG senang dapat mempelajari keterampilan baru. Menurutnya, proses budidaya jamur memberikan pengalaman tersendiri karena membutuhkan ketelatenan dalam perawatan hingga memasuki masa panen.

“Senang bisa belajar hal baru. Sekarang masih dalam proses perawatan, jadi kami ingin melihat sampai jamurnya tumbuh dan bisa dipanen. Kalau sudah panen, hasilnya juga bisa diolah menjadi makanan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Almaududi, mengatakan kegiatan ini merupakan pembinaan kemandirian untuk mengembangkan keterampilan Warga Binaan sekaligus memberikan nilai tambah pada bonggol jagung yang tersedia. “Kami terus mendorong kegiatan kemandirian yang memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan. Jika hasilnya baik, budidaya ini akan kami kembangkan dengan menambah media dan jumlah produksinya,” ujarnya.

Jamur yang tumbuh nantinya dapat dipanen secara bertahap setiap hari setelah memasuki masa produksi. Hasilnya juga dapat diolah menjadi menu sederhana, seperti tumis dan oseng pedas, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berharap keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bagi Warga Binaan. Selanjutnya, hasil pertumbuhan akan dipantau dan dievaluasi untuk melihat peluang pengembangan ke tahap berikutnya. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pangkalpinang

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0