Bapas Saumlaki Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Reintegrasi Sosial
Saumlaki, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki gelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) di Aula Yamdena Bapas Saumlaki, Jumat (6/11). Kegiatan ini adi wadah koordinasi lintas sektor untuk memperkuat dukungan terhadap reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Memperkuat Kelompok Layanan Bimbingan Reintegrasi yang Lebih Efektif dan Berkelanjutan”, kegiatan diikuti Camat dan Kapolsek Tanimbar Selatan, Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Wakil Uskup Kevikepan Kepulauan Tanimbar–Maluku Barat Daya, Ketua Klasis Tanimbar Selatan, lurah dan kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan perangkat daerah, penyuluh agama, Pokmas Lipas, Pembimbing Kemasyarakatan, serta jajaran Bapas Saumlaki.
Dalam kegiatan tersebut, Bapas Saumlaki serahkan Surat Keputusan (SK) FGD, Buku Saku Panduan Praktis Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, serta data nama Klien Pemasyarakatan kepada pihak terkait untuk mendukung koordinasi kelompok layanan.
Kepala Bapas Saumlaki, Marthina Ch. Solilit, menyampaikan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman dan komitmen bersama bahwa pembimbingan Klien Pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Bapas, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar Klien Pemasyarakatan dapat kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara baik, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Camat Tanimbar Selatan, Natalis Batmomolin, nyatakan dukungannya terhadap penguatan koordinasi lintas sektor.
“Pemerintah kecamatan pada prinsipnya mendukung upaya pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan antara seluruh pihak agar masyarakat dapat turut menciptakan lingkungan yang aman, menerima, dan memberikan kesempatan bagi Klien Pemasyarakatan untuk memperbaiki kehidupannya,” ungkapnya.
Wakil Uskup Kevikepan Kepulauan Tanimbar–Maluku Barat Daya, RD. Ponsio Ongirwalu, tekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan spiritual dalam mendukung penerimaan kembali Klien Pemasyarakatan di masyarakat.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, dukungan moral, pendampingan spiritual, serta penerimaan dari lingkungan masyarakat menjadi hal penting agar mereka tidak kehilangan harapan dan dapat kembali menjalankan perannya secara positif,” tuturnya.
Kepala Desa Lauran, Stanislaus Kenjapluan, juga nyatakan kesiapan pemerintah desa mendukung proses reintegrasi sosial.
“Pemerintah desa siap mendukung koordinasi bersama Bapas dan pihak terkait. Kami berharap Klien Pemasyarakatan dapat diberikan kesempatan untuk berbaur kembali, berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan membangun kehidupan yang lebih baik tanpa adanya stigma atau diskriminasi,” jelasnya.
Bapas Saumlaki berharap koordinasi dan pembagian peran antaranggota Kelayan Binter semakin optimal sehingga pembimbingan Klien Pemasyarakatan dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Saumlaki
What's Your Reaction?


