Bebas Murni & Bebas Bersyarat, WBP & Anak Diingatkan Tak Ulangi Kesalahan

Bebas Murni & Bebas Bersyarat, WBP & Anak Diingatkan Tak Ulangi Kesalahan

Ambon, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon kembali melakukan pembebasan kepada satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (8/2). WBP berinisial MO bebas murni usai menjalani masa pidananya di Lapas Perempuan Ambon selama tujuh bulan.

MO memiliki catatan baik di Lapas. Ia juga aktif dalam pembinaan kerohanian maupun kemandirian. “Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan. Semua yang saya terima di Lapas akan menjadi pelajaran untuk saya ke depan,janjinya.

Sebelum dibebaskan, WBP tersebut telah melewati proses administrasi oleh jajaran admisi dan orientasi yang menginput data pengeluarannya di aplikasi Sistem Database Pemasyarakatan sesuai SOP. “Keluar dari sini, status WBP sudah dilepas dan seragam WBP sudah ditinggalkan. Di dalam sini jadi pelajaran, jangan ulangi kesalahan yang sebelumnya, serta lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan keluarga. Banyak-banyak bersabar dan kendalikan emosi,” pesan Kepala Subseksi (Kasubsi) Admisi dan Orientasi, Grace Tomasoa.

Hal yang sama disampaikan Kepala Lapas Perempuan Ambon, Ellen M. Risakota.MO sudah menjalankan pidananya secara baik serta mengikuti semua ketentuan dan prosedur. Kami harus memenuhi hak WBP dengan tepat waktu, terutama hak bebas, dan tidak boleh diundur-undur karena ini bentuk pelayanan terhadap WBP,” tegasnya. 

Sementara itu, usai menjalani pelatihan kerja selama enam bulan, satu Anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon resmi mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), Selasa (8/2). Program tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor: PAS-127. PK.01.04.06 Tahun 2022.

SK PB diberikan langsung oleh petugas pembinaan, Marenza Titaley, kepada orang tua Anak. Ia menjelaskan Anak belum bebas murni karena harus menjalani program PB dengan pengawasan Balai Pemasyarakatan dan Kejaksaan Negeri Ambon.

“Kami harap Bapak/Ibu selaku orang tua memberikan pengawasan dan pemantauan kepada Anak agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum di luar nanti. Ketika Anak kedapatan melakukan pelanggaran hukum, maka hak PB akan dicabut,” pesan Marenza.

Kasubsi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Aksamina Keliwulan, menegaskan PB diberikan kepada Anak tanpa dipungut biaya. “Anak telah memenuhi persyaratan administratif dan subtantif, yaitu menjalani masa pidana dan berkelakukan baik selama menjalani pembinaan di LPKA Ambon. Kami keluarkan secara gratis,” jelasnya.

Aksamina juga berpesan kepada Anak untuk melanjutkan pendidikan serta menerapkan kemampuan dan keterampilan yang didapatkan di LPKA Ambon. “Pengalaman ini harus menjadi pelajaran terbaik untuk masa depan yang lebih baik. Rajin beribadah sebagaimana yang telah dilakukan selama mengikuti pembinaan di LPKA Ambon,” pintanya. (IR)

 

Kontributor: LPP Ambon, LPKA Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0