Bukan Sekadar Menjahit, Warga Binaan Lapas Batulicin Asah Fokus dan Ketelitian
Batulicin, INFO PAS – Aktivitas menjahit di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin tidak hanya menghasilkan pakaian yang rapi, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengasah fokus dan ketelitian dalam bekerja. Setiap proses dikerjakan dengan cermat agar keterampilan menjahit berkembang sekaligus membentuk kebiasaan kerja yang sabar dan bertanggung jawab.
Kegiatan menjahit berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pujasera Lapas Batulicin dan dibuka setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA. Aktivitas tersebut melibatkan tamping yang mengerjakan berbagai pesanan dengan pendampingan petugas dan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.
Setiap pekerjaan membutuhkan ketepatan mulai dari mengukur bahan, menentukan bagian yang perlu diperbaiki, hingga mengoperasikan mesin jahit. Tahapan tersebut membuat Warga Binaan terbiasa bekerja secara fokus dan teliti untuk menghasilkan jahitan yang rapi dan presisi.
Layanan yang tersedia meliputi permak celana, permak baju, potong celana, penggantian resleting, serta pembuatan sarung kasur, bantal, dan guling. Berbagai pakaian petugas maupun Warga Binaan telah mendapatkan layanan perbaikan dengan biaya terjangkau dan tetap mengutamakan kualitas hasil jahitan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan kegiatan menjahit merupakan pembinaan kemandirian yang tidak hanya memberikan keterampilan teknis. Aktivitas tersebut juga melatih Warga Binaan membangun fokus, ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Menjahit membutuhkan konsentrasi dan ketelitian karena setiap bagian harus dikerjakan dengan tepat agar hasilnya rapi. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan menjahit, tetapi juga dilatih untuk bekerja dengan fokus, sabar, dan bertanggung jawab,” ujar Harry, Rabu (9/9).
Salah seorang Warga Binaan berinisial D senang mengikuti aktivitas menjahit karena membuatnya terbiasa berkonsentrasi pada setiap tahapan. Baginya, ketelitian menjadi hal penting agar pekerjaan yang dikerjakan memberikan hasil sesuai kebutuhan.
“Saya juga belajar untuk lebih sabar dan memperhatikan setiap bagian agar hasil jahitannya tetap rapi,” ungkap D.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung kegiatan menjahit untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Ia berharap makin banyak Warga Binaan yang tertarik bergabung sehingga keterampilan menjahit terus diasah dan memberikan manfaat setelah menjalani pembinaan.
“Makin banyak yang terlibat, sakin banyak pula Warga Binaan yang memiliki kesempatan mengasah keterampilan, fokus, dan ketelitian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Thoha.
Aktivitas menjahit di SAE Pujasera Lapas Batulicin menunjukkan pekerjaan sederhana dapat menjadi proses pembentukan keterampilan dan sikap kerja. Melalui proses yang membutuhkan fokus dan ketelitian, Warga Binaan mendapatkan pengalaman untuk bekerja secara sabar, cermat, dan bertanggung jawab. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


