Cetak Tenaga Terampil Konstruksi, Lapas Tual Intensifkan Pelatihan Produksi Batako
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen mentransformasi Warga Binaan menjadi individu yang produktif dan mandiri. Melalui subseksi kegiatan kerja (giatja), Lapas Tual intensifkan program pelatihan produksi batako sebagai pembinaan kemandarin di bidang konstruksi.
Kepala Subseksi Giatja, L. Laitera, menjelaskan proses produksi dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas mutu. Warga Binaan diajarkan mulai dari teknik pencampuran bahan yang presisi hingga penggunaan mesin cetak manual.
"Setiap harinya kami mampu memproduksi ratusan buah batako. Selain memberikan skill teknis, kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada Pendapatan Negara Bukan Pajak dan pemberian premi bagi Warga Binaan yang terlibat," jelas Laitera, Rabu (22/4).
Salah seorang Warga Binaan berinisial B sangat bersyukur atas kesempatan pelatihan ini. Ia merasa waktu yang dijalaninya di Lapas menjadi lebih bermanfaat karena dibekali keahlian yang menjanjikan secara ekonomi.
"Awalnya saya tidak tahu cara membuat batako yang kuat. Di sini saya diajarkan dari nol oleh petugas giatja. Hasil dari kerja ini juga bisa saya tabung untuk membantu keluarga di rumah dan modal usaha nanti saat saya sudah bebas," ungkap B.
Sementara itu, Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meningkatkan produktivitas Warga Binaan. Menurutnya, batako hasil karya Warga Binaan ini tidak hanya sekadar latihan, tetapi telah memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar lokal Maluku Tenggara.
"Kami ingin memastikan setelah bebas nanti, Warga Binaan memiliki sertifikat keahlian dan pengalaman kerja yang nyata. Pelatihan batako ini sangat relevan karena kebutuhan material konstruksi di Kota Tual dan sekitarnya terus meningkat," ujar Nurchalis.
Dengan adanya program yang berkelanjutan ini, Lapas Tual membuktikan diri bukan lagi sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan pusat pengembangan keterampilan yang siap melahirkan tenaga kerja terampil bagi pembangunan daerah. (IR)
Kontributor: Lapas Tual
What's Your Reaction?


