Lewat FGD, Ditjenpas Matangkan Framework Deradikalisasi Pembinaan Narapidana Terorisme

Lewat FGD, Ditjenpas Matangkan Framework Deradikalisasi Pembinaan Narapidana Terorisme

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan berbagai pemangku kepentingan gelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Framework Deradikalisasi Terpadu di Lingkungan Pemasyarakatan”, Kamis (30/7) di Graha Bakti Pemasyarakatan. Forum ini menjadi wadah untuk menyusun kerangka kerja (framework) deradikalisasi yang lebih terpadu melalui sinergi antarkementerian, lembaga, Aparat Penegak Hukum, dan mitra strategis. Upaya tersebut diharapkan memperkuat pembinaan Narapidana tindak pidana terorisme (napiter) sehingga kembali berperan sebagai warga negara yang produktif dan memiliki komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, Yan Rusmanto, menjelaskan pembinaan terhadap Napiter di Pemasyarakatan dilaksanakan secara komprehensif melalui pendekatan kepribadian, pembinaan wawasan kebangsaan, pembinaan keagamaan, hingga program reintegrasi sosial. Ia menegaskan keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari perubahan sikap, pemahaman, dan kesiapan Narapidana untuk kembali hidup berdampingan di tengah masyarakat.

"Saat ini terdapat 201 Napiter yang menjalani pembinaan di Lapas dan Rutan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI," jelas Yan.

Sementara itu, Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT, Irjen Pol. Arif Makhfudiharto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program deradikalisasi di Indonesia. "Penanganan terorisme tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Deradikalisasi merupakan upaya bersama untuk mengembalikan rasa nasionalisme sehingga mereka kembali menjadi bagian dari masyarakat dan mencintai NKRI," ujarnya.

Arif juga mengapresiasi pelaksanaan pembinaan Napiter yang dilakukan Ditjenpas bersama para pemangku kepentingan. Menurutnya, hasil tersebut turut berkontribusi terhadap kondusivitas nasional.

"Dalam tiga tahun terakhir, kita tidak lagi mendengar adanya aktivitas terorisme yang signifikan di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran pembinaan yang dilakukan Pemasyarakatan bersama seluruh stakeholder dalam mengembalikan rasa nasionalisme para Napiter," puji Arif.

Pada sesi diskusi berikutnya, dibahas praktik-praktik baik (best practices), tantangan, dan kesenjangan dalam pelaksanaan deradikalisasi di lingkungan Pemasyarakatan. Diskusi menghadirkan Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan Ditjenpas, Ceno Hersusetiokartiko, bersama Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol. Iwan Ristiyanto.

Iwan menegaskan keberhasilan program deradikalisasi merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. "Kolaborasi antara BNPT, Densus 88 Antiteror, Ditjenpas, kementerian, lembaga, dan seluruh mitra menjadi kunci keberhasilan program deradikalisasi. Keberhasilan ini bukan milik satu institusi, melainkan hasil kerja sama kita semua," ujarnya.

Melalui FGD ini, Ditjenpas bersama BNPT dan para mitra berkomitmen menyusun framework deradikalisasi yang lebih terpadu, adaptif, dan berkelanjutan. Kerangka kerja tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam memperkuat pembinaan Napiter sekaligus mendukung upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan ekstremisme di Indonesia. (fjr)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0