Dukung Asta Cita Presiden RI, Ditjenpas Perkuat Deradikalisasi Napiter melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama kementerian, lembaga, Pemerintah Australia, dan berbagai mitra kerja sama gelar Kick Off Activity “Penguatan Sistem Deradikalisasi Terpadu dan Rehabilitasi Terintegrasi bagi Perempuan dan Anak yang Terpapar Jaringan Ekstremisme dan Kekerasan” pada Kamis (30/7) di Graha Bakti Pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pendampingan terintegrasi bagi perempuan dan anak yang terpapar paham ekstremisme, sekaligus memperkuat proses rehabilitasi dan deradikalisasi bagi Narapidana terorisme (Napiter) secara berkelanjutan.
Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Kadiyono, saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung penguatan program deradikalisasi di Pemasyarakatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), danAustralia Indonesia Partnership for Justice 3 (AIPJ3) yang telah menghadirkan berbagai praktik baik dalam pendampingan Napiter maupun Klien Pemasyarakatan," ujarnya.
Kadiyono menjelaskan kolaborasi tersebut akan menghasilkan sebuah handbook yang menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan deradikalisasi terpadu. "Melalui kegiatan ini, akan disusun handbook sebagai panduan pendampingan yang memuat mekanisme kerja, sinkronisasi data, hingga kesinambungan layanan. Panduan ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam membangun proses deradikalisasi yang makin kuat dan efektif," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Hendra Wahanu, mengapresiasi inisiatif Ditjenpas dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. "Kolaborasi ini akan mempermudah penyusunan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait deradikalisasi ekstremisme dan terorisme sesuai mandat Asta Cita Presiden RI, khususnya pada bidang pertahanan dan keamanan," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Direktur Eksekutif YPP, Khoriruh Maknunah. Ia menyebut kemitraan yang telah terjalin selama dua dekade bersama Ditjenpas menjadi fondasi penting dalam memperkuat program rehabilitasi dan deradikalisasi.
"Ini menjadi langkah bersama untuk terus memperkuat kolaborasi di bidang Pemasyarakatan, khususnya dalam rehabilitasi dan deradikalisasi," ungkap Khoriruh.
Melalui Kick Off Activity ini, Ditjenpas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan Napiter melalui pendekatan rehabilitasi dan deradikalisasi yang terpadu. Sinergi dengan kementerian, lembaga, Pemerintah Australia, dan berbagai mitra diharapkan menghadirkan sistem pembinaan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan mendukung upaya pencegahan penyebaran paham ekstremisme di Indonesia. (fjr)
What's Your Reaction?


