Dapat Asimilasi, WBP & Anak Diingatkan Kewajiban & Larangannya

Dapat Asimilasi, WBP & Anak Diingatkan Kewajiban & Larangannya

Batang, INFO_PAS - Sebanyak 18 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batang serentak sujud syukur setelah mendapat Surat Keputusan (SK) Asimilasi di rumah, Selasa (18/1). Sebelum penyerahan SK Asimilasi, ke-18 WBP mendapat pengarahan dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekalongan, Joni Priyanto, secara virtual di Aula Serbaguna Lapas Batang, seraya mengingatkan kepada WBP akan kewajiban selama menjalani Asimilasi di rumah.

"Kewajiban yang harus dilaksanakan selama Asimilasi, yaitu langsung lapor PK yang menjadi pembimbing, bisa melalui video call, dan lapor Ketua RT/pemerintah setempat bahwa telah bebas resmi. Selain itu, selama Asimilasi wajib lapor sepekan sekali," terang Joni. 

Ia menambahkan jika tiga kali tidak lapor, maka Asimilasi bisa dicabut. "Asimilasi bisa dicabut jika tiga kali tidak lapor tanpa keterangan serta jika kembali melakukan tindak pidana atau menimbulkan keresahan dan tidak menjalankan protokol kesehatan,” tegas Joni.

Sunaryo, salah seorang WBP yang mendapat Asimilasi, tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Pria yang divonis 1 tahun 2 bulan karena kasus illegal logging tersebut tidak menyangka dapat keluar Lapas hari itu. Ia mengaku selama di Lapas selalu teringat cucunya yang ditinggal mati oleh ibunya. 

"Teringat terus sama cucu di rumah. Selama ini saya yang mengurus karena ibunya telah meninggal," ungkapnya.

Sementara itu, Satriya Dinda selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik mewanti-wanti WBP untuk segera melapor kepada petugas Bapas dan RT setempat. "Ingat, ini bukan bebas, tapi Asimilasi di rumah," pesan Satriya.

Senada, Dhoni Arib S. selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas juga meminta WBP selama Asimilasi tidak melakukan perbuatan yang meresahkan umum, apalagi mengulangi tindak pidana. "Jaga etika di masyarakat, jangan meresahkan,” pintanya.

Kepala Lapas Batang, Rindra Wardhana, mengajak WBP penerima Asimilasi untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha halal. "Bukalah lembaran baru, mulailah membuka usaha yang halal, dan jangan mengulangi tindak pidana," pesan Rindra.

Di tempat berbeda, dua Anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura juga jalani Asimilasi di rumah, Rabu (19/1). Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus disease (COVID-19).

"Ini merupakan langkah yang ditempuh untuk melindungi hak kesehatan Anak di masa pandemi COVID-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020, terlebih saat ini muncul berbagai varian baru yang harus kita waspadai," ungkap Rudi Sarjono selaku Kepala LPKA Martapura.

Ia meminta seluruh petugas mencermati dan melaksanakan kebijakan tersebut agar tidak terjadi kesalahan. “Nantinya akan makin banyak yang melaksanakan Asimilasi dan Integrasinya di rumah, tentunya dengan pengawasan PK Bapas,” terang Rudi. (IR)

 

Kontributor: Lapas Batang, LPKA Martapura

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0