Dari Brandgang untuk Ketahanan Pangan, Lapas Tanjungpandan Panen 75 Kilogram Sayuran

Dari Brandgang untuk Ketahanan Pangan, Lapas Tanjungpandan Panen 75 Kilogram Sayuran

Belitung, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan kembali tunjukkan hasil. Sebanyak 75 kilogram sayuran berhasil dipanen dari area brandgang Lapas Tanjungpandan, terdiri atas 15 kilogram pakcoy hasil budidaya hidroponik dan 60 kilogram kangkung yang ditanam dengan memanfaatkan lahan tidur melalui empat bedengan, Sabtu (29/8).

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, bersama jajaran serta melibatkan peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch I. Panen tersebut upaya Lapas Tanjungpandan optimalkan lahan yang tersedia sekaligus berikan pembinaan keterampilan kepada Warga Binaan melalui kegiatan pertanian produktif.

Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas. Sebagian sayuran dipasok ke dapur Lapas melalui penyedia bahan makanan, sementara hasil lainnya digunakan untuk mendukung program makan siang bersama gratis bagi pegawai yang rutin berlangsung di lingkungan Lapas Tanjungpandan.

Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, mengatakan bahwa keberhasilan panen tersebut menjadi bukti program pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan Pemasyarakatan.

“Panen hari ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki potensi, kemampuan, dan produktivitas yang harus terus dikembangkan melalui program pembinaan yang tepat. Pemanfaatan lahan yang ada, termasuk area brandgang, menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Muhammad Rolan.

Menurutnya, keberhasilan budidaya pakcoy secara hidroponik dan pemanfaatan lahan tidur untuk penanaman kangkung juga bentuk inovasi dalam mengoptimalkan sarana yang tersedia di lingkungan Lapas.

“Kami terus mendorong agar setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain memberikan nilai pembinaan, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomi dan sosial. Harapannya, Warga Binaan dapat membawa pengalaman dan keterampilan ini sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Pirmansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pertanian di area brandgang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk beri Warga Binaan pengalaman kerja secara langsung.

“Pakcoy yang dipanen hari ini merupakan hasil budidaya menggunakan sistem hidroponik, sedangkan kangkung ditanam dengan memanfaatkan lahan tidur yang kami olah menjadi empat bedengan produktif. Seluruh proses, mulai dari persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan hingga panen, menjadi bagian dari pembelajaran bagi Warga Binaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Warga Binaan yang terlibat aktif dalam kegiatan kerja produktif juga mendapatkan premi atas jasa dan hasil kerja mereka. Premi tersebut direkap sesuai dengan ketentuan dan jadi salah satu bentuk penghargaan atas partisipasi Warga Binaan selama mengikuti program pembinaan kemandirian.

“Premi bagi Warga Binaan yang bekerja dalam program pembinaan kemandirian kami lakukan pencatatan dan rekapitulasi secara berkala. Hasilnya akan diberikan kepada yang bersangkutan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk sebagai bekal ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Salah seorang Warga Binaan, MN, yang mengikuti pembinaan kemandirian di kebun brandgang, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama terlibat dalam kegiatan pertanian tersebut.

“Sebelumnya saya tidak terlalu memahami cara menanam sayuran, apalagi menggunakan sistem hidroponik. Di sini kami belajar mulai dari menyiapkan tanaman, merawat sampai panen. Saya senang karena bisa memiliki keterampilan baru dan merasa waktu selama menjalani pembinaan digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Mudah-mudahan ilmu ini bisa saya gunakan nanti setelah bebas,” ungkap MN.

Kegiatan panen ini sekaligus memperlihatkan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian dan produktivitas Warga Binaan sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan

What's Your Reaction?

like
6
dislike
0
love
4
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0