Dari Merawat hingga Panen, SAE Lapas Tabanan Jadi Ruang Belajar Warga Binaan

Dari Merawat hingga Panen, SAE Lapas Tabanan Jadi Ruang Belajar Warga Binaan

Tabanan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan laksanakan panen 15 kg jagung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas, Selasa (20/10). Kegiatan ini menjadi pembinaan kemandirian yang memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar melalui proses pertanian secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan terlibat dalam rangkaian pekerjaan mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat tanaman hingga memanen hasilnya. Setiap tahapan memberi pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan hasil pertanian membutuhkan proses yang dijalani secara berkelanjutan.

Ketua Kelompok Kerja Ketahanan Pangan, Nur Bagus Wahyudi, menjelaskan kegiatan pertanian di SAE Kebun Lapas dirancang sebagai ruang belajar yang berkelanjutan. Pengalaman selama mengikuti setiap tahapan budidaya diharapkan membantu Warga Binaan memahami proses kerja pertanian sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga melihat hasil dari proses yang mereka jalani. Ini menjadi pembinaan yang kami harapkan memberikan bekal positif untuk kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Nur.

Panen kali ini menghasilkan 15 kilogram jagung yang dipasarkan dengan harga Rp15.000 per kilogram. Hasil tersebut menjadi pengalaman praktik yang menghubungkan pekerjaan selama masa pembinaan dengan kegiatan produktif yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Pengalaman itu turut dirasakan Gede A., Warga Binaan yang mengikuti kegiatan pertanian di SAE Kebun. “Saya mendapat banyak pengalaman tentang bercocok tanam. Keberhasilan panen berkali-kali membuat kami merasa senang karena apa yang kami kerjakan memberikan hasil yang nyata,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pertanian di SAE, Lapas Tabanan berikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar dari proses yang mereka jalani, bukan hanya dari hasil akhirnya. Pengalaman merawat tanaman hingga masa panen diharapkan menjadi bekal keterampilan yang dikembangkan untuk mendukung kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tabanan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0