Bapas Madiun Terima Kunjungan Studi Tiru NEUST Philippines dan Fakultas Hukum Unipma

Bapas Madiun Terima Kunjungan Studi Tiru NEUST Philippines dan Fakultas Hukum Unipma

Madiun, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun terima kunjungan studi tiru dari College of Criminology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, bersama Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Unipma) di Aula Bapas Madiun, Rabu (28/10). Kegiatan ini jadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia dan Filipina.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai sistem Pemasyarakatan, mekanisme pembimbingan Klien, program reintegrasi sosial, serta pembinaan dan pengawasan terhadap Klien di luar lembaga Pemasyarakatan. Diskusi juga membahas pendampingan, pemantauan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, koordinasi dengan keluarga dan pemerintah setempat, serta pelibatan masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial. Pengalaman dan pendekatan yang diterapkan di Filipina turut menjadi bahan diskusi untuk memahami persamaan, perbedaan, tantangan, dan peluang pengembangan praktik pemasyarakatan.

Kepala Bapas Madiun, Siti Sunariyah, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan.

“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan klien pemasyarakatan. Melalui pertukaran ilmu dengan College of Criminology NEUST Philippines dan Fakultas Hukum Unipma, kami berharap dapat memperoleh perspektif baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,” ujar Siti.

Dekan Fakultas Hukum Unipma, Dr. Siska Diana Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik penegakan hukum, khususnya di bidang Pemasyarakatan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi Pemasyarakatan memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, akademisi, dan praktisi dapat saling bertukar perspektif serta memperkaya pemahaman mengenai sistem pembinaan, pembimbingan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Dr. Floralyn L. Doquilla dari College of Criminology NEUST Philippines mengapresiasi kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman bersama Bapas Madiun.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memahami secara langsung praktik pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia. Pertukaran pengalaman ini memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mempelajari pendekatan yang diterapkan dalam mendukung perubahan perilaku Klien, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan Klien kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang kriminologi dan Pemasyarakatan.”

Pertukaran pengalaman kedua negara diharapkan jadi bahan pembelajaran untuk kembangkan pendekatan pembimbingan dan pengawasan yang lebih efektif, tingkatkan profesionalisme petugas, serta dukung reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Madiun

 

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0