Dari Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Produksi Cookies Coklat Siap Jual

Dari Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Produksi Cookies Coklat Siap Jual

Banjarmasin, INFO_PAS – Keterampilan yang dipelajari melalui program kemandirian mulai diterapkan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menjadi produk siap jual. DY, S, dan MD untuk pertama kalinya memproduksi cookies coklat hingga hasilkan 15 toples yang dipasarkan secara daring dan melalui stan penjualan Lapas, Rabu (16/9).

Dengan didampingi petugas Giatja, ketiganya terlibat langsung dalam seluruh proses pembuatan cookies, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah dan membentuk adonan, memanggang, hingga mengemas produk.

Bagi DY, S, dan MD, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru. Sebelumnya, mereka memperoleh keterampilan membuat cookies melalui program kemandirian yang diselenggarakan Lapas Banjarmasin. Pengetahuan tersebut kemudian dipraktikkan dalam kegiatan produksi.

“Ini pertama kali saya membuat cookies coklat untuk dijual. Sebelumnya kami belajar melalui program kemandirian, kemudian sekarang mencoba menerapkannya dalam produksi. Rasanya senang ketika hasil yang kami buat bisa menjadi produk yang siap dipasarkan,” ujar DY.

Dari proses produksi tersebut, sebanyak 15 toples cookies coklat berhasil diselesaikan. Produk kemudian dipasarkan secara daring dan melalui stan penjualan Lapas Banjarmasin.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan kegiatan produksi menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman nyata kepada Warga Binaan dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti program kemandirian.

“Program kemandirian tidak berhenti pada pemberian keterampilan. Kami ingin Warga Binaan memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan tersebut hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan,” ujar Bagus.

Menurutnya, proses produksi juga beri pengalaman tambahan bagi Warga Binaan dalam menjaga kualitas produk, kerapian pengemasan, serta memahami tahapan kerja secara lebih bertanggung jawab.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami ingin keterampilan yang diperoleh Warga Binaan benar-benar dapat diterapkan. Ketika mereka mampu menghasilkan produk dan memasarkannya, itu menjadi pengalaman berharga yang bisa dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Produksi cookies coklat tersebut salah satu bentuk penerapan keterampilan Warga Binaan dalam kegiatan Giatja. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menerapkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja dan mengembangkan kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0