Dari Sembako hingga Trauma Healing, Lapas Lhokseumawe Hadir untuk Korban Banjir Aceh Utara
Lhokseumawe, INFO_PAS – Banjir yang melanda Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Sebanyak 104 kepala keluarga kehilangan rumah dan harta benda, sementara sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta tekanan psikologis pascabencana.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Lhokseumawe, serta PIPAS Daerah Aceh gelar aksi kemanusiaan terpadu bagi masyarakat terdampak banjir, Kamis (5/2), di lokasi pengungsian Desa Kuala Cangkoi.
Aksi kemanusiaan ini meliputi penyaluran bantuan kebutuhan pokok, layanan pengobatan gratis, serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh, mencakup aspek kebutuhan dasar, kesehatan, hingga psikologis.
Dalam penyaluran bantuan sosial, Lapas Lhokseumawe menyalurkan sebanyak 105 paket sembako kepada warga pengungsian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Lapas Lhokseumawe juga menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir. Berbagai keluhan kesehatan seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, hingga kelelahan akibat kondisi lingkungan pascabanjir ditangani langsung oleh petugas kesehatan melalui pemeriksaan sederhana dan pemberian obat sesuai kebutuhan.
Kepala Lapas Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial jajaran Pemasyarakatan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami tidak hanya hadir untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga serta membantu memulihkan kondisi psikologis, khususnya anak-anak. Kami berharap kehadiran ini dapat meringankan beban dan memberi semangat bagi warga untuk bangkit,” ujar Wahyu Prasetyo.

Sejalan dengan itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, menekankan pentingnya kehadiran negara melalui kolaborasi lintas unit dalam merespons dampak bencana secara cepat dan tepat.
“Pemasyarakatan harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka berada dalam kondisi sulit. Melalui aksi kemanusiaan ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan, bantuan dasar, serta perhatian yang layak sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi,” tegas Yan Rusmanto.
Warga pengungsian menyambut kegiatan tersebut dengan penuh rasa syukur. Bantuan sembako, layanan kesehatan, serta perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan pascabanjir.
Salah seorang warga terdampak, Ismail, mengungkapkan bahwa kehadiran jajaran Pemasyarakatan memberikan dukungan moral bagi masyarakat pengungsian.
“Kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan. Bantuan ini bukan hanya soal sembako atau obat, tapi juga membuat kami kembali bersemangat menghadapi hari-hari setelah banjir,” ujarnya.
Melalui aksi kemanusiaan terpadu ini, Lapas Lhokseumawe bersama Kanwil Ditjenpas Aceh menegaskan kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta mendukung proses pemulihan korban banjir Aceh Utara secara bertahap dan berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Lhokseumawe
What's Your Reaction?


