Dibebaskan, WBP & Anak Jalani Asimilasi di Rumah & Program Integrasi

Dibebaskan, WBP & Anak Jalani Asimilasi di Rumah & Program Integrasi

Ambon, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali mengeluarkan dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna menjalani program Asimilasi di rumah, Jumat (8/10). Surat Keputusan (SK) Asimilasi di rumah diberikan langsung oleh Kepala Subseksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan, Dorsina Jadera, kepada WBP an. Maichel Tanifan dan Abdul Wahid Samaneri di depan keluarga keduanya.

Sebelumnya, pada Kamis (7/10) Rutan Ambon juga telah mengeluarkan lima WBP guna menjalani program Asimilasi di rumah dan Integrasi. “Asimilasi di rumah dan Integrasi merupakan program pemerintah yang diberikan kepada WBP guna menjalani. Maka, WBP agar selalu menaati segala aturan yang berlaku selama menjalani program ini dan kepada pihak keluarga atau penjamin agar selalu menjaga dan mengawasi keluarga yang sedang menjalani program ini sebab sifatnya mengikat. Jika kedapatan dan terbukti melakukan tindakan melanggar hukum atau hal-hal lainnya, maka program yang sedang dijalani akan dicabut kembali,” tegas Dorsina.

Salah satu WBP yang tidak mau disebutkan namanya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku, serta jajaran Rutan Ambon atas pembebasannya guna menjalani Asimilasi rumah. “Saya berjanji akan menjaga amanah yang telah diberikan dengan sebaik mungkin dan tidak akan melakukan tindakan melanggar hukum,” janjinya. 

Dari tempat berbeda, satu Anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon resmi mendapatkan program Integrasi berupa Cuti Bersyarat (CB) usai menjalani pelatihan kerja selama tiga bulan, Kamis (7/10). Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pembinaan, Salmon Mahulette, saat memberikan SK kepada orang tua Anak menjelaskan Anak belum dikatakan bebas murni karena masih harus menjalani program CB selama dua bulan dengan pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon sesuai SK yang didapatkan.

“Kami harap Bapak selaku orang tua dapat memberikan pengawasan dan monitoring kepada Anak agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum di luar nanti. Ketika Anak kedapatan melakukan pelanggaran hukum, maka hak CB akan dicabut,” tegas Salmon.

 

Ia juga menegaskan pengeluaran Anak dilakukan tanpa dipungut biyaya. “Anak telah memenuhi persyaratan administratif dan subtantif, yaitu telah menjalani ½ masa pidana dan berkelakukan baik selama menjalani program pembinaan di LPKA Ambon. Kami keluarkan secara gratis,” tambah Salmon.

 

Pada kesempatan yang sama, Catherian V. Picauly selaku Kepala LPKA Ambon berpesan kepada Anak untuk tetap melanjutkan pendidikan serta menerapkan kemampuan dan keterampilan yang selama ini didapatkan di LPKA Ambon. “Pengalaman ini harus menjadi pelajaran terbaik untuk masa depan yang lebih baik. Rajin salat lima waktu sebagaimana yang sudah dilakukan selama proses pembinaan,” pesan Catherian.

 

Orang tua Anak, Rumain, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas LPKA Ambon yang sudah mendidik dan merawat anak mereka selama menjalani proses pembinaan. “Ini merupakan pembelajaran bagi kami sebagai orang tua agar lebih memperhatikan anak dalam perkembangan dan pergaulan,” ungkapnya. 

Dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, dua WBP berinisial KT dan IT mendapatkan pembebasan murni karena telah selesai menjalani pembinaan dan memenuhi syarat sehingga dinyatakan bebas, Jumat (8/10). Keduanya mengucap syukur setelah menjalani masa pidananya selama empat bulan di Lapas Namlea.

“Saya sangat bersyukur, mungkin dengan berada di sini merupakan momen untuk mengubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mudah-mudahan pembinaan yang saya dapatkan di sini dapat menjadi bekal dan pelajaran berharga bagi saya ke depan,” ungkap salah satu WBP, KT.

Sementara itu, Kasubsi Admisi dan Orientasi, Valda Rilona Sopacua, mengatakan KT dan IT telah menyelesaikan masa pembinaanya dengan baik. “WBP diharapkan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan sehingga nantinya dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat,” harapnya.

Valda juga mengatakan Lapas Namlea akan terus memperhatikan setiap hak WBP yang menjalani masa pidana berdasarkan berkas administratif dan tata cara perhitungan ekspirasi. Hal tersebut tertuang dalam Standar Operasional Prosedur tentang standar registrasi dan klasifikasi narapidana dan tahanan. “Kami keluarkan mereka dengan status bebas murni setelah selesai menjalani masa pidananya. Ini merupakan wujud pemberian hak kepada WBP tersebut,” tambahnya. 

Dari Rutan Masohi, dua WBP dirumahkan karena mandapat Asimilasi, Jumat (8/10). SK Asimilasi di rumah diberikan langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Hakim Abdul Gani, kepada kedua WBP. Sebelumnya, mereka telah diberikan arahan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Ambon selaku Bapas yang akan mengawasi kedua WBP tersebut.

“Pemberian Asimiliasi di rumah bukan berarti masa pidana telah selesai. Kalian masih diwajibkan untuk terus melapor kepada Bapas secara berkala sampai masa pidana benar-benar selesai. Jangan berbuat tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan di tengah-tengah masyarakat di masa pandemi ini,” pesan Gani.

Kedua WBP menuturkan pelayanan yang diberikan Rutan Masohi sudah baik dan bersyukur karena bisa mendapatkan program Asimilasi di rumah dengan gratis mulai dari awal pengurusan hingga menjalankan program Asimilasi. Kedua juga tidak lupa menyampaikan terima kasih telah dibina, dirawat, dan diberi pembekalan yang baik sehingga dapat kembali diterima di tengah keluarga dan masyarakat.

“Manfaatkan program Asimilasi untuk berbuat baik kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Tolong tunjukan di lingkungan sekitar bahwa kalian sudah dibina dengan baik selama menjalani masa hukuman di Rutan dan layak mendapatkan program ini. Terakhir, jangan sia-siakan kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh negara,” pesan Kepala Rutan Masohi, Bayu Muhammad. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon, LPKA Ambon, Lapas Namela, Rutan Masohi

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0