Duet Erni-Maya Semarakkan Paskah di Lapas Wanita

erni_manuk

ERNI MANUK--Beberapa tahanan wanita dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Wanita Kupang bernyanyi diiringi keyboard yang dimainkan oleh Erni Manuk (duduk kiri) dalam perayaan Paskah Oekumene di Kapela Mawar Saron-Lapas Wanita Kupang, Minggu (20/4/2014) pagi.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Erni Manuk menangis saat menyanyikan lagu Tuhan Hapus Airmata Dukaku saat ibadah perayaan Paskah Oekumene di Kapela Mawar Saron-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II Kupang, Minggu (20/4/2014) pagi. Saat itu, Erni Manuk yang sedang menjalani masa hukumannya di Lapas Wanita Kupang diberikan kesempatan memainkan keyboard dan berduet bersama re

erni_manuk

ERNI MANUK--Beberapa tahanan wanita dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Wanita Kupang bernyanyi diiringi keyboard yang dimainkan oleh Erni Manuk (duduk kiri) dalam perayaan Paskah Oekumene di Kapela Mawar Saron-Lapas Wanita Kupang, Minggu (20/4/2014) pagi.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Erni Manuk menangis saat menyanyikan lagu Tuhan Hapus Airmata Dukaku saat ibadah perayaan Paskah Oekumene di Kapela Mawar Saron-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II Kupang, Minggu (20/4/2014) pagi. Saat itu, Erni Manuk yang sedang menjalani masa hukumannya di Lapas Wanita Kupang diberikan kesempatan memainkan keyboard dan berduet bersama rekannya, Maya. Secara bergantian mereka menyanyikan lagu Tuhan Hapus Airmata Dukaku. Pada pertengahan lagu, suara Erni dan Maya terdengar sengau diikuti air mata yang menetes di pipi keduanya. Sesekali Erni dan Maya menyeka air matanya, namun terus berusaha menyanyikan lagu sampai selesai. Suasana ibadah pun penuh haru. Beberapa tahanan dan warga binaan pemsyarakatan (WBP) wanita lain serta keluarga yang menghadiri ibadah Paskah ikut menangis. Bahkan mata Kepala Lapas Wanita Kupang, Alfrida, S.H, M.H dan Pater  Cosmas Fernandez, SVD  pun berkaca-kaca. Perayaan ibadah Paskah Oekumene yang diikuti 53 tahanan dan WBP wanita serta keluarga diselenggarakan di Kapela Mawar Saron yang berada di dalam Lapas Wanita. Paduan suara  tahanan WBP yang beragama Katolik dan Protestan bergantian mengisi ibadah yang berlangsung selama 1,5 jam. Para tahanan dan WBP wanita ikut ambil bagian sebagai petugas liturgi.  Siska Tampani dan Dina Tupen, kebagian membaca bacaan pertama dan kedua. Angelina Sani Fenat bermazmur. Ibu Sinta menjadi dirigen koor, dan Erni Manuk mendapat kesempatan mengiringi sejumlah lagu yang dinyanyikan oleh paduan suara dari jemaat Protestan dalam perayaan ibadah itu. Usai ibadah dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan bersama makanan tradisional khas NTT, yaitu pisang dan ubi rebus serta sambal luat. Acara diisi dengan berbagai hiburan lagu dari para tahanan dan WBP seperti Maya, Seli Mohede, Sari Turo, Ivon dan lainnya yang diiringi keyboard tunggal Erni Manuk. Beatrix, salah seorang WBP Lapas Wanita mengaku merasakan sukacita besar dalam perayaan Paskah yang kedua baginya tahun 2014 di Lapas Wanita. WBP yang divonis 3,3 tahun penjara ini mengatakan, banyak hal positif yang diperolehnya selama berada di Lapas Wanita Kupang. "Saya sangat bersukacita dalam perayaan Paskah kali ini. Karena satu-dua bulan lagi saya sudah bebas dan bisa berkumpul kembali bersama suami dan ketiga anak saya," kata Beatrix. Dalam kotbahnya, Pater Cosmas Fernandez menceritakan  keteladanan dan kisah kematian serta kebangkitan Yesus Kristus. Para tahanan dan WBP diajak untuk terus mengikuti teladan dan berjalan bersama Yesus. "Jangan pernah meninggalkan Tuhan. Berjalanlah terus bersama Tuhan. Ikuti keteladanan-Nya dalam sikap sehari-hari," pesan Pater Cosmas. Ia mengimbau  umat memberikan maaf dan mengampuni kesalahan orang lain sehingga bisa tercipta kedamaian, jangan ada `perang' dalam keluarga. Hal senada disampaikan Kepala Lapas Wanita Kupang, Alfrida, S.H, M.H bahwa mengikuti Yesus, setiap umat Kristen tidak pernah kecewa dan dikecewakan. "Saya berharap ke depannya, para tahanan dan WBP di Lapas Wanita Kupang ini bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik dari waktu ke waktu. Dan bisa rajin mengikuti ibadah setiap hari minggu, jangan lagi tunggu petugas panggil dari kamar ke kamar untuk ikut ibadah," pesan Alfrida.   Sumber: http://kupang.tribunnews.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0