Dukung Evaluasi Layanan, Lapas Atambua Fasilitasi Pengisian Survei SPAK-SPKP
Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua fasilitasi masyarakat pengguna layanan dalam pengisian Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP), Jumat (13/3). Fasilitasi ini dilakukan lewat penyediaan perangkat komputer dan jaringan internet agar responden dapat mengisi survei secara mandiri melalui aplikasi resmi yang terintegrasi dengan sistem pemantauan pusat.
Petugas hanya membantu dari sisi teknis, seperti menjelaskan cara penggunaan aplikasi atau membantu pengoperasian perangkat bagi responden yang mengalami kesulitan, sementara seluruh jawaban dalam survei tetap ditentukan langsung oleh responden.
Survei dilaksanakan secara digital melalui aplikasi resmi STARapp Survei 3A. Responden mengisi kuesioner yang mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari kemudahan prosedur, kecepatan layanan, keramahan petugas, hingga ada tidaknya praktik pungutan liar (pungli) atau gratifikasi.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan bahwa pelaksanaan survei ini merupakan bagian dari upaya evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik di Lapas Atambua.
“Hasil survei ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai dasar peningkatan pelayanan ke depan,” ujarnya.
Operator survei, Shelly Angelawati, menjelaskan bahwa penyediaan perangkat dan pendampingan teknis dilakukan untuk mengatasi kendala yang kerap ditemui di lapangan, seperti pengunjung yang tidak memiliki perangkat gawai atau mengalami kesulitan menggunakan aplikasi survei.
“Beberapa responden tidak memiliki ponsel Android, terkendala kuota internet, atau membutuhkan bantuan teknis, terutama bagi pengunjung lanjut usia. Karena itu, kami menyediakan perangkat khusus agar mereka tetap dapat mengisi survei,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengisian survei dilakukan secara bebas dan tanpa intervensi dari petugas.
“Penilaian sepenuhnya berasal dari pengalaman dan persepsi responden. Kami hanya memastikan proses pengisian dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman,” tambahnya.
Salah satu pengguna layanan yang menjadi responden, Yosef Klau, mengapresiasi mekanisme pengisian survei yang menurutnya cukup mudah dan terbuka.
“Prosesnya cepat dan kami bebas memberikan penilaian sesuai pengalaman kami. Hal ini penting agar aspirasi masyarakat bisa tersampaikan untuk peningkatan layanan ke depan,” ujarnya.
Lapas Atambua akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam survei SPAK-SPKP sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung upaya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


