Dukung Reintegrasi Klien, Bapas Fakfak Dorong Kolaborasi Lintas Sektor melalui Kelayan Binter
Fakfak, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Fakfak perkuat sinergi lintas sektor melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Penguatan Sinergi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter), Senin (7/9). Kegiatan ini digelar untuk satukan persepsi dan bangun komitmen bersama dukung pembimbingan, pendampingan, pengawasan, pemberdayaan, serta reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Grand Papua Fakfak mulai pukul 09.00 WIT tersebut diikuti berbagai unsur, di antaranya Bapas Fakfak, Polres Fakfak, Kodim 1803/Fakfak, Koramil 1803-01/Kota, Lapas Kelas IIB Fakfak, Pemerintah Kabupaten Fakfak, Kementerian Agama, Balai Latihan Kerja (BLK), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta Pokmas Lipas Bapas Fakfak.
Kepala Bapas Fakfak, Yopie Febri Romhadi, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam FGD tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah memenuhi undangan untuk mengikuti FGD dalam rangka menyatukan persepsi antara Bapas dan stakeholder terkait,” ungkap Yopie Febri Romhadi.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menghasilkan pemikiran konstruktif bagi terbentuknya Kelayan Binter serta semakin mempererat sinergi dalam mempersiapkan Klien Pemasyarakatan menuju reintegrasi sosial,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga ikuti pemaparan mengenai Kelayan Binter yang dilanjutkan dengan diskusi untuk menggali potensi dukungan dan strategi kolaboratif dalam proses reintegrasi sosial.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Kasat Binmas Polres Fakfak, Iptu Markus Silamba. Ia menilai program bimbingan integrasi penting untuk dukung keamanan dan ketertiban masyarakat serta cegah munculnya stigma terhadap Klien Pemasyarakatan.
“Program ini sangat bagus untuk menekan dan meminimalisir situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Fakfak. Kita harus memberikan pembinaan agar para mantan Narapidana yang menjalani pembebasan bersyarat tidak merasa minder dan tidak dikucilkan,” ujar Iptu Markus Silamba.
Sebagai bentuk dukungan, enam personel Bhabinkamtibmas di Distrik Pariwari akan berkoordinasi dengan tim Bapas untuk melakukan pendampingan bersama di lapangan.
Sementara itu, perwakilan Pokmas Lipas Fakfak sekaligus tokoh agama Islam, Mohammad Ramadan, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam proses reintegrasi sosial.
“Proses pembinaan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Bapas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan, nasihat, dan motivasi perlu terus diberikan agar Klien Pemasyarakatan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kita semua mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena itu, pendampingan, nasihat, dan motivasi kepada Klien Pemasyarakatan perlu terus ditingkatkan,” jelasnya.
Melalui FGD tersebut, para pemangku kepentingan sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi dukung reintegrasi sosial, termasuk melalui akses pelatihan kerja, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi. Pendekatan humanis serta keterlibatan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat juga dinilai penting untuk tingkatkan penerimaan dan mengurangi stigma terhadap Klien Pemasyarakatan.
Sinergi lintas sektor ke depannya akan diperkuat melalui Kelayan Binter dengan rencana aksi bersama, monitoring dan evaluasi, serta perluasan jejaring kemitraan. Upaya ini diharapkan mampu mendukung Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali ke masyarakat secara produktif dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun pembangunan daerah. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Fakfak
What's Your Reaction?


