Perkuat Pembinaan Kepribadian, Kalapas Kelas I Cipinang Ajak Umat Buddha Jaga Tata Tertib dan Kehormatan Vihara
Jakarta, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menekankan pentingnya setiap Warga Binaan untuk senantiasa mematuhi seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Lapas. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan menjadi tanggung jawab setiap Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Pesan tersebut disampaikan Kalapas kepada umat Buddha di Vihara Aryasacca Lapas Kelas I Cipinang, Selasa (8/9). Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan dan Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, Yudha Ageng, sebagai penguatan pembinaan kepribadian dan kedisiplinan Warga Binaan.
“Jalankan seluruh tata tertib yang berlaku. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Berikan yang terbaik selama berada di Lapas,” pesan Kalapas.
Syarpani juga mengingatkan agar Vihara Aryasacca senantiasa dijaga kehormatan dan kesuciannya sebagai tempat ibadah. Seluruh umat Buddha diharapkan menggunakan fasilitas keagamaan tersebut dengan penuh tanggung jawab, menjaga ketenangan, kebersihan, dan menciptakan suasana yang mendukung pelaksanaan ibadah.
Selain itu, Kalapas menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas yang zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar). Komitmen tersebut membutuhkan peran aktif seluruh unsur, termasuk Warga Binaan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
“Jaga Vihara ini dengan baik, jaga kebersihannya, dan taat beribadah. Jadikan tempat ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai kebaikan dan membangun perubahan positif dalam diri,” pinta Syapani.
Senada, Bambang Setiawan menyampaikan kegiatan keagamaan di Vihara Aryasacca harus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. “Kami berharap seluruh umat Buddha dapat mengikuti kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan dengan sungguh-sungguh. Jadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga sikap, disiplin, serta menghormati sesama. Vihara ini adalah tempat untuk membangun ketenangan batin dan memperbaiki diri sehingga mari bersama-sama kita jaga kebersihan, ketertiban, dan kehormatannya,” ujarnya.
Sementara itu, Yudha Ageng menegaskan kepatuhan terhadap tata tertib dan keaktifan mengikuti pembinaan merupakan bagian penting dari proses perubahan perilaku Warga Binaan. “Kami mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjaga komitmen dalam mengikuti tata tertib Lapas dan menjauhi segala bentuk pelanggaran. Jangan sampai ada handphone, narkoba, maupun praktik pungutan liar di lingkungan Lapas. Mari kita wujudkan komitmen zero halinar bersama-sama dan manfaatkan setiap kegiatan pembinaan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pengarahan tersebut, Lapas Kelas I Cipinang terus mendorong terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjalankan ibadah dan memperkuat karakter sebagai bekal menuju reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


