Gandeng Desa Adat Sibanggede Bentuk Desa Binaan, Bapas Denpasar Perkuat Pembimbingan dan Keterlibatan Klien
Badung, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar terus perkuat pembimbingan dan pemberdayaan Klien Pemasyarakatan melalui langkah kolaboratif bersama desa adat dan desa dinas Sibanggede. Program ini diwujudkan dalam pembentukan desa binaan yang berfokus pada sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif Klien Pemasyarakatan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kerja sama ini, desa adat berperan dalam memberikan pendekatan berbasis nilai tradisi, norma, dan kearifan lokal. Sementara itu, desa dinas mendukung dari sisi administrasi, pelayanan publik, dan akses terhadap program pemberdayaan. Sinergi keduanya diharapkan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Kepala Bapas Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan program desa binaan dirancang sebagai wadah integrasi antara pembimbingan dari Bapas dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di masyarakat Bali. “Kami ingin memastikan proses pembimbingan, khususnya bagi Klien yang menjalani reintegrasi. Tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan budaya,” ujarnya, Senin (4/5).
Program desa binaan ini juga melibatkan Klien Pemasyarakatan secara langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti kerja bakti, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan adat dan budaya. Keterlibatan ini dinilai penting untuk membangun rasa tanggung jawab, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengurangi stigma negatif dari masyarakat.
Selain itu, PK akan secara aktif melakukan pendampingan dan monitoring terhadap perkembangan anak dan Klien di desa binaan. Pendekatan ini diharapkan mencegah pengulangan pelanggaran hukum dan mendorong perubahan perilaku yang lebih positif.
Perwakilan Desa Adat Sibanggede I Wayan Darmika, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen untuk turut serta dalam proses pembimbingan. “Kami percaya dengan pendekatan kekeluargaan dan nilai adat, anak-anak, dan Klien dapat diterima kembali, serta dibimbing menjadi bagian dari masyarakat yang harmonis,” ungkapnya.
Dengan adanya program ini, Bapas Denpasar berharap tercipta model pembimbingan yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Pemasyarakatan, desa adat, dan desa dinas diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi memberikan dampak positif bagi pembimbingan dan keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Bapas Denpasar
What's Your Reaction?


