Ini Kata Kepala Penjara Soal Kerusuhan di Idi

IDI RAYEUK- Kepala Rumah Tahanan Cabang Idi, Aceh Timur, Amiruddin mengakui ia sempat berduel dengan sejumlah narapidana (napi) dan tahanan yang mencoba kabur, siang tadi, Senin, 13 Februari 2012.
“Saya sempat berduel dengan para tahanan dan napi saat mereka hendak menerobos pintu gerbang utama Rutan. Kancing baju saya koyak ditarik oleh napi dan tahanan yang berusaha kabur itu. Mata saya juga sempat tersiram air cabe,” ujar Amiruddin, Kepala Rutan Idi kepada The Atjeh Post.
Menurut petugas di Rutan ini, mulanya saat jam bezuk sekitar pukul 11:30 WIB, tiba-tiba dua napi terlibat adu jotos. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh sekitar tujuh napi dan tahanan lainnya untuk menerobos pintu gerbang utama Rutan  dengan cara melawan para petugas penjara. Beberapa sipir sempat disiram air ca

Ini Kata Kepala Penjara Soal Kerusuhan di Idi
IDI RAYEUK- Kepala Rumah Tahanan Cabang Idi, Aceh Timur, Amiruddin mengakui ia sempat berduel dengan sejumlah narapidana (napi) dan tahanan yang mencoba kabur, siang tadi, Senin, 13 Februari 2012.
“Saya sempat berduel dengan para tahanan dan napi saat mereka hendak menerobos pintu gerbang utama Rutan. Kancing baju saya koyak ditarik oleh napi dan tahanan yang berusaha kabur itu. Mata saya juga sempat tersiram air cabe,” ujar Amiruddin, Kepala Rutan Idi kepada The Atjeh Post.
Menurut petugas di Rutan ini, mulanya saat jam bezuk sekitar pukul 11:30 WIB, tiba-tiba dua napi terlibat adu jotos. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh sekitar tujuh napi dan tahanan lainnya untuk menerobos pintu gerbang utama Rutan  dengan cara melawan para petugas penjara. Beberapa sipir sempat disiram air cabai ke bagian wajahnya. Bentrokan antara tahanan yang mencoba kabur dengan sipir dan kepala penjara pun tak terelakkan. 
Setelah kejadian tersebut, para napi dan tahanan membuat kerusuhan dalam Rutan. Sekitar pukul 12:30, penjara sempat dikuasai para tahanan dan mereka mengamuk melempari kaca kantor Rutan dan membakar pos pemantau --biasa disebut pos moyet--  di sayap kanan Rutan. Lalu membakar gudang beras, dapur, membakar  kantin, ruang registrasi di dalam Rutan.
Lemparan batu juga mengenai satu mobil polisi  di luar penjara yang baru saja datang untuk mengamankan situasi. Akhirnya semua sipir dan kepala Rutan harus ke luar untuk menyelamatkan diri dari amukan napi dan tahanan.
Puluhan personil polisi dari Mapolres Aceh Timur diturunkan ke lokasi guna meredam kerusuhan dan mengevakuasi dua tahanan yang luka-luka ke rumah sakit. Sebelumnya dua tahanan itu tergeletak dekat pintu masuk Rutan Idi.
Dua tahanan itu, Iskandar, asal Matang Geulumpang Dua, Bireuen dan Hasyim asal Peunaron, Aceh Timur. Kini  keduanya dirawat di RSUD Idi.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0