Istikamah Usai Ramadan, Warga Binaan Lapas Wahai Rutinkan Yasinan
Wahai, INFO_PAS - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai konsisten jaga ibadah pasca-Ramadan lewat kegiatan yasinan rutin, Kamis (26/3) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter yang lebih baik.
Bertempat di Masjid At-Taubah Lapas, suasana religius terasa kental dimana Warga Binaan dengan penuh kesadaran berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Lantunan ayat suci yang menggema menciptakan ketenangan batin sekaligus menjadi momen introspeksi bagi mereka.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa istikamah dalam beribadah merupakan salah satu tujuan utama dari program pembinaan yang dijalankan. Menurutnya, kebiasaan baik yang telah terbentuk selama Ramadan harus terus dipelihara agar memberikan dampak jangka panjang bagi Warga Binaan.
“Ramadan telah usai dan Ramadan kemarin menjadi momentum pembentukan kebiasaan baik. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjaga ritme dan semangat tersebut agar tetap hidup dalam keseharian. Melalui yasinan rutin ini, kami harap dapat menanamkan nilai konsistensi, kedisiplinan, serta kesadaran spiritual yang kuat,” ungkap Tersih.
Ia berharap, kegiatan keagamaan tersebut mampu menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan ketenangan jiwa serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif di dalam Lapas.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Yasinan. Ia menilai bahwa pendekatan pembinaan berbasis spiritual merupakan langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku Warga Binaan.
“Kami melihat bahwa pembinaan keagamaan memiliki dampak yang sangat signifikan. Tidak hanya membentuk kepribadian yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif ke depan. Ini harus tetap diprioritaskan seluruh jajaran Pemasyarakatan” ujar Ricky.
Di sisi lain, salah seorang Warga Binaan , RR, mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan yang dinilai tidak hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarsesama Warga Binaan.
“Kami merasa lebih damai dan punya pegangan hidup. Kegiatan ini mengingatkan kami untuk terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan seperti masa lalu,” tutur RR.
Rutinitas kegiatan yasinan di Lapas Wahai diharapkan memupuk keimanan dan kebiasaan positif untuk terus tumbuh dan berkembang. Istikamah dalam ibadah diharapkan menjadi fondasi utama bagi Warga Binaan dalam menata masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


