Jalani Asimilasi di Rumah, Ini Pesan Bagi WBP

Jalani Asimilasi di Rumah, Ini Pesan Bagi WBP

Sampit, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit kembali berikan program Asimilasi di rumah terhadap 10 narapidana berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 24 Tahun 2021, Jumat (20/8). Selanjutnya, ke-10 narapidana ini diserahterimakan kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit sebagai Bapas pembimbing dan pengawas selama mereka menjalani program Asimilasi di rumah

Kepala Lapas (Kalapas) Sampit, Agung Supriyanto, berpesan agar para narapidana yang menjalani program Asimilasi di rumah tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan 6M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama supaya terhindar dan tidak terpapar COVID-19. “Status kalian belum bebas, namun sedang menjalani pidana di rumah melalui program Asimilasi,” pesannya.

Sesampainya di rumah masing-masing, Agung meminta para narapidana segera melaporkan diri kepada aparat desa/keluarahan setempat untuk memberitahukan status mereka selaku narapidana yang menjalani program Asimilasi di rumah. “Kalian harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku selama menjalani program Asimilasi di rumah, termasuk wajib lapor kepada Bapas Sampit dan tidak melakukan pelanggaran tindak pidana lagi karena hal tersebut dapat berakibat dicabutnya Surat Keputusan (SK) Asimilasi di rumah di mana kalian harus kembali masuk ke Lapas untuk menjalani sisa pidana serta tambahan pidana atas pelanggaran pidana yang baru," tegasnya.

Dari Lapas Kelas IIA Ambon, satu WBP mendapat Asimilasi di rumah, Senin (23/8). Sebelum proses pengeluaran, ia diberikan arahan oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Meky Patty, tentang ketentuan, larangan, dan tata cara pelaporan selama menjalani Asimilasi di rumah.

Saiful Sahri selaku Kalapas Ambon juga berkesempatan memberikan arahan kepada WBP. “Saya ucapkan selamat kembali bersama keluarga. Anda belum dinyatakan bebas, namun hanya menjalani pidana di rumah mencegah penyebaran COVID-19 di Lapas. Tetap patuhi protokol kesehatan, ikuti ketentuan yang berlaku, dan apabila melanggar ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan tindak pidana lagi, maka kami akan melakukan pencabutan SK Asimilasi di rumah dan kalian akan masuk Lapas kembali,” tuturnya.

Saat ini, narapidana Lapas Ambon berjumlah 438 orang, sedangkan yang telah menjalani program Asimilasi di rumah berdasarkan Permenkumham RI Nomor 24 Tahun 2021 adalah 41 orang.

Masih dari Ambon, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon kembali menerima beberapa orang WBP dari Lapas Ambon dan Lapas Namlea, Senin (23/8). Sebelumnya, penyerahan satu WBP dari Lapas Ambon diterima secara langsung oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas dan dari Lapas Namlea dilakukan penerimaan dua WBP secara dalam jaringan. Pada Jumat (20/8) lalu, Bapas Ambon juga menerima tiga WBP dari Lapas Perempuan Ambon. 

Penerimaan seluruh WBP yang merupakan calon Klien Bapas Ambon dilakukan dengan baik dan mengutamakan protokol kesehatan. Seluruh PK maupun Asisten PK yang ditunjuk langsung untuk menjadi pembimbing bagi calon Klien menerima mereka di ruang kerja PK Pertama untuk dilakukan pemberkasan. Selanjutnya, Klien diarahkan untuk melakukan perekaman data secara online melalui aplikasi Sistem Database Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Bapas Ambon, Aminah Kilkoda.

Ia berpesan agar Klien menaati seluruh peraturan yang berlaku, seperti tindak mengulangi tindak pidana yang sama atau tindak pidana lainnya, wajib mengikuti setiap pembimbingan yang diselenggarakan pihak Bapas, wajib melapor pada PK masing-masing terkait seluruh aktivitas kegiatan yang dilakukan, dan melaporkan lokasi tempat tinggal mereka. 

"Saya sangat mengharapkan sekali, lewat semua pengalaman hidup yang sudah kalian alami, ini menjadi pembelajaran hidup buat saudara-saudara. Ini kesempatan bagi saudara-saudara untuk berubah, jadi pribadi yang jauh lebih lebih baik lagi. Tanamkan dalam diri kalian bahwa kesalahan kemarin biarlah untuk hari kemarin dan hari ini biarlah menjadi pengalaman terbaik untuk menapaki hari esok yang gemilang, " pesan orang nomor satu di Bapas Ambon ini.

Aminah menambahkan kesalahan bisa menjadi bahan untuk instropeksi diri karena hampir semua orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup karena tidak ada manusia yang sempurna. Jadi, jangan pernah takut dan menyesal saat berbuat kesalahan karena manusia tempatnya salah dan lupa.

Setelah melakukan kesalahan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah belajar dari kesalahan tersebut karena pasti ada hikmah di balik setiap kesalahan. "Orang-orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dan akan mencoba kembali untuk melakukan kebaikan dengan cara yang baik pula, " tutup Aminah. 

Dari Semarang, Lapas Kelas I Semarang kembali melaksanakan pembebasan melalui pemberian Asimilasi di rumah dan Pembebasan Bersyarat bagi 13 WBP, Senin (23/8). Dikatakan Kalapas Semarang sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, SupriyantoAsimilasi menjadi langkah yang tepat agar tidak ada penularan COVID-19 mengingat Lapas menjadi lokasi rentan terjadinya penularan.

“Asimilasi diberikan agar WBP bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah sesuai surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai. Apalagi, pemerintah telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat. Jadi, harus tetap mematuhi peraturan yang telah ditetapkan,” tegas Supriyanto.

 

Ia menambahkan WBP yang menjalani Asimilasi juga tetap mendapatkan pantauan dari PK Bapas. “Nantinya akan ada penambahan jumlah WBP yang bebas Asimilasi, namun masih menunggu hasil putusan inkracht dari pengadilan dan syarat-syarat administratif yang harus terpenuhi, lanjut Kalapas.

 

Pelaksanaan Asimilasi diserahterimakan kepada Bapas melalui video call dan penjamin keluarga. Dalam hal ini, penjamin turut berperan untuk mengawasi dan memantau WBP selama menjalani Asimilasi di rumah. (IR)



Kontributor: Lapas Sampit, Lapas Ambon, Bapas Ambon, Lapas Semarang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0