JURNALISTIK DI PEMASYARAKATAN HARUS DIUTAMAKAN

Palembang, INFO_PAS - "Di era kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat akan keterbukaan, maka jurnalistik di Pemasyarakatan saat ini harus diutamakan dan dikedepankan," kata Subiyantoro, Kepala Divisi Pemasyarakatan (kadivpas), Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan. Hal ini disampaikan oleh Subiyantoro dalam sambutannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik bagi Petugas Pemasyarakatan se-wilayah Sumatera Selatan, di Palembang (21/8). Subiyantoro mengut
JURNALISTIK DI PEMASYARAKATAN HARUS DIUTAMAKAN

Palembang, INFO_PAS - "Di era kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat akan keterbukaan, maka jurnalistik di Pemasyarakatan saat ini harus diutamakan dan dikedepankan," kata Subiyantoro, Kepala Divisi Pemasyarakatan (kadivpas), Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan. Hal ini disampaikan oleh Subiyantoro dalam sambutannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik bagi Petugas Pemasyarakatan se-wilayah Sumatera Selatan, di Palembang (21/8). Subiyantoro mengutarakan bahwa kemampuan menulis berita dijajaran petugas pemasyarakatan harus ditingkatkan. "Agar masyarakat dan khalayak mengetahui apa yang sudah kita lakukan," ujar Subiyantoro dihadapan para peserta bimtek. "Sudah banyak karya, kreasi serta inovasi yang telah dilakukan oleh jajaran Pemasyarakatan, tetapi sedikit sekali yang media yang memberitakan," timpal Subiyantoro. Keprihatinan Subiyantoro tentang kurangnya publikasi Pemasyarakatan memang sangat beralasan, karena banyak inovasi yang telah dilakukan oleh Pemasyarakatan di Wilayah Sumatera Selatan. Sebut produk 'Le Panile', Bakery di Lapas Wanita Palembang, sudah mampu menembus catering haji. Demikian juga Lapas Anak Palembang, yang sudah berhasil menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan telah menyelenggarakan pendidikan formal bagi Anak di Lapas. Tetapi publikasinya sangat kurang. Sangat sedikit sekali media yang memberitakan semua karya yang telah dilakukan pemasyarakatan. Membenarkan pernyataan tersebut, Akbar Hadiprabowo, Kepala Subdit Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), menyatakan bahwa untuk mempublikasikan karya Pemasyarakatan akan lebih efektif jika pemasyarakatan memanfaatkan teknologi informasi, menyebarkan informasi melalui media sosial. "Lebih murah, cepat dan daya jangkaunya lebih luas," ujar Akbar. Akbar pun menimpali bahwa pemanfaatan media sosial bagi instansi pemerintahan bukanlah suatu yang ilegal, karena sangat disarankan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Secara khusus Kemenpan telah mengeluarkan Peraturan Menteri mengenai Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Bagi Instansi Pemerintahan. Bimtek Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Ditjenpas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas pemasyarakatan dalam bidang jurnalistik. "Dengan bimtek ini diharapkan peserta bimtek mampu mengolah informasi menjadi berita,” kata Akbar. Subiyantoro, berpesan agar peserta memanfaatkan bimtek jurnalistik dengan sebaik2nya. "Bersyukur anda dapat terpilih menjadi peserta bimtek, karena manfaatnya sangat besar," tutur Subiyantoro. "Selain dapat meningkatkan kemampuan pribadi dalam bidang menulis. Akan bermanfaat sekali dalam berkontribusi meningkatkan citra positif pemasyarakatan," pesan Subiyantoro. (JP)   Penulis : Ika Yusanti

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0