Kemenkumham Sumut Berharap PLN Beri Kelonggaran

Medan, 1/1 (ANTARA) – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara Elly Lukmansyah berharap PT (Persero) PLN Cabang Medan dapat memberikan kelonggaran tunggakan rekening listrik di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara Medan.

“Perhatian dari pihak PT PLN itu sangat diharapkan mengingat banyaknya para narapidana (Napi) maupun tahanan yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medan,” katanya saat dihubungi dari Medan, Minggu.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi rencana manajemen PT (Persero) PLN Cabang Medan yang akan melakukan pemutusan sementara arus listrik di Lapas dan Rutan Klas I Medan, Kamis (29/12) karena dianggap menunggak rekening selama dua bulan sebesar Rp224,2 juta.

Rencana pemutusan yang akan dilakukan PT PLN itu, menurut dia, bukan lah s

Kemenkumham Sumut Berharap PLN Beri Kelonggaran

Medan, 1/1 (ANTARA) – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara Elly Lukmansyah berharap PT (Persero) PLN Cabang Medan dapat memberikan kelonggaran tunggakan rekening listrik di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara Medan.

“Perhatian dari pihak PT PLN itu sangat diharapkan mengingat banyaknya para narapidana (Napi) maupun tahanan yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medan,” katanya saat dihubungi dari Medan, Minggu.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi rencana manajemen PT (Persero) PLN Cabang Medan yang akan melakukan pemutusan sementara arus listrik di Lapas dan Rutan Klas I Medan, Kamis (29/12) karena dianggap menunggak rekening selama dua bulan sebesar Rp224,2 juta.

Rencana pemutusan yang akan dilakukan PT PLN itu, menurut dia, bukan lah solusi yang terbaik, tetapi dapat menimbulkan dampak yang lebih besar nantinya bagi keamanan para napi dan tahanan yang berada di dalam Lapas dan Rutan Medan.

“Coba bayangkan nantinya apa yang akan terjadi jika Lapas dan Rutan Medan yang dihuni ribuan napi dan tahanan itu dalam keadaan gelap gulita. Ini jelas menimbulkan protes bagi orang yang berada di dalam Lapas dan Rutan,” katanya.

Bahkan, jelasnya, para napi dan tahanan yang ada di dalam sel tersebut merasa terganggu dan kurang nyaman, karena berada dalam keadaan gelap dan tidak diterangi arus listrik tersebut.

“Hal yang seperti ini lah yang perlu kita jaga bersama, baik PT PLN maupun Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara,” ujarnya.

Lebih jauh Lukmansyah mengatakan, mengenai tunggakan rekening listrik di Lapas dan Rutan Medan, bukannya tidak mau diselesaikan atau diangsur pembayarannya, tetapi saat ini mengenai dana untuk itu belum ada.

“Jadi, PT PLN Cabang Medan juga harus dapat bersabar dan memaklumi kesulitan dana yang sedang dihadapi Lapas dan Rutan Klas I Medan itu,” ucap dia.

Ia mengucapkan terima kasih karena PLN Cabang Medan yang telah menunda pemutusan arus listrik di Lapas dan Rutan Klas I Medan.

Data dari Kementerian Hukum di Sumut hingga Desember 2011 ini, tercatat sebanyak 15.656 narapidana dan tahanan yang tersebar di Lapas, Rutan dan Cabang Rutan di wilayah hukum tersebut.

Dari 15.656 napi dan tahanan itu, terdiri dari napi pria (9.093 orang), napi wanita (422 orang), tahanan pria (5.843 orang) dan tahanan wanita (298 orang).

(T.M034/B/B013/B013)

Sumber: www.antarasumut.com/berita-sumut/kemenkumham-sumut-berharap-pln-beri-kelonggaran/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0