Kolaborasi dengan Rumah Kreatif Alisa, Lapas Banjarmasin Gelar Pelatihan Tas Kanvas Rajut

Kolaborasi dengan Rumah Kreatif Alisa, Lapas Banjarmasin Gelar Pelatihan Tas Kanvas Rajut

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin bekali Warga Binaan keterampilan membuat tas kanvas rajut melalui pelatihan yang digelar di aula Lapas, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Rumah Kreatif Alisa sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Pelatihan hadirkan Owner Rumah Kreatif Alisa sekaligus Ketua Komunitas Wanita Cerdas Berdaya, Alisa Rahmi, bersama Lily Halim sebagai instruktur. Peserta belajar mengenal bahan, peralatan, teknik merajut pada media kanvas, penyusunan motif, hingga tahap akhir pembuatan tas agar menghasilkan produk yang rapi dan memiliki nilai jual.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik dan berdiskusi dengan instruktur mengenai teknik pembuatan serta penyelesaian produk. Kegiatan tersebut diharapkan dapat tingkatkan kreativitas sekaligus bekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses Pemasyarakatan untuk membentuk Warga Binaan yang produktif.

"Kami terus menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, Warga Binaan memiliki bekal kompetensi sehingga mampu mandiri dan membuka peluang usaha setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Akhmad Herriansyah.

Sementara itu, Alisa Rahmi mengapresiasi kesempatan berbagi keterampilan kepada Warga Binaan. Menurutnya, pelatihan tersebut juga membuka peluang kolaborasi untuk kembangkan produk hasil karya Warga Binaan agar memiliki daya saing yang lebih luas.

"Saya senang dapat berbagi keterampilan melalui pelatihan tas kanvas rajut ini. Saya juga melihat potensi besar dari hasil karya Warga Binaan untuk dikembangkan melalui kolaborasi. Harapannya, ke depan kami dapat membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, sehingga hasil karya mereka mampu menembus pasar nasional, bahkan hadir di berbagai gerai seperti bandara maupun pusat oleh-oleh di tingkat provinsi," ujar Alisa Rahmi.

Salah seorang Warga Binaan, WY, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memberinya pengalaman dan keterampilan baru.

"Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini karena sebelumnya belum pernah belajar membuat tas kanvas rajut. Instruktur menjelaskan dengan sabar sehingga kami bisa memahami setiap tahap pembuatannya. Saya berharap keterampilan ini terus diasah dan dapat menjadi bekal untuk membuka usaha maupun bekerja setelah bebas nanti. Terima kasih kepada Lapas Banjarmasin dan Rumah Kreatif Alisa yang telah memberikan kesempatan berharga ini," ungkap WY.

Melalui kolaborasi dengan Rumah Kreatif Alisa, Lapas Banjarmasin perluas pembinaan kemandirian sekaligus dorong hasil karya Warga Binaan memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0