Lapas Anak Muarabulian Tak Siapkan Ruang UN

MUARABULIAN - Di lapas anak kelas II B Muarabulian, Kabupaten Batang Hari, tidak menyiapkan sama sekali tempat khusus untuk anak megikuti ujian nasional, padahal dilapas anak kelas II B tersebut ada 1 orang penghuni lapas yang terdaftar sebagai peserta UN yakni Petrus siswa asal dari salah satu SMK di Jambi . Kepala Lapas anak kelas II B Muarabulian, Didik Waluyo, mengatakan dari semua penghuni lapas hanya ada 1 orang anak yang terdaftar untuk mengikuti ujian nasional. sehingga pihak pengawas rayon pun enggan untuk mengawas di lapas tersebut. "Disini hanya ada 1 anak yang tercatat sebagai siswa yang mengikuti ujian," ungkap Didik. Disebutkannya, dikarenakan faktor tersebutlah sehingga aktifitas pelaksanaan UN dilapas anak ini tidak disediakan. selain itu juga, dengan faktor 1 orng ini yang terdaftar sebagai peserta UN menjadi alasan dari pengawas rayon sendiri enggan untuk melakukan pengawasan dilapas tersebut. "Ya karena hanya 1 orang ini dan pengawa

MUARABULIAN - Di lapas anak kelas II B Muarabulian, Kabupaten Batang Hari, tidak menyiapkan sama sekali tempat khusus untuk anak megikuti ujian nasional, padahal dilapas anak kelas II B tersebut ada 1 orang penghuni lapas yang terdaftar sebagai peserta UN yakni Petrus siswa asal dari salah satu SMK di Jambi . Kepala Lapas anak kelas II B Muarabulian, Didik Waluyo, mengatakan dari semua penghuni lapas hanya ada 1 orang anak yang terdaftar untuk mengikuti ujian nasional. sehingga pihak pengawas rayon pun enggan untuk mengawas di lapas tersebut. "Disini hanya ada 1 anak yang tercatat sebagai siswa yang mengikuti ujian," ungkap Didik. Disebutkannya, dikarenakan faktor tersebutlah sehingga aktifitas pelaksanaan UN dilapas anak ini tidak disediakan. selain itu juga, dengan faktor 1 orng ini yang terdaftar sebagai peserta UN menjadi alasan dari pengawas rayon sendiri enggan untuk melakukan pengawasan dilapas tersebut. "Ya karena hanya 1 orang ini dan pengawas pun keberatan untuk makukan pengawasan maka kami tidak menyediakan untuk melakukan UN disini," ujarnya. Sementara itu, Didik menambahkan dengan terpaksa penghuni lapas pun di merekomendasikan Petrus untuk mengikuti pelaksanaan UN di sekolahannya, dengan di dampingi petugas lapas kelas II A Jambi. "Jadi, siswa tersebut tetap melaksanakan UN disekolahnya, namun tetap didampingi oleh petugas lapas," tutupnya. Pihak Lapas anak Muarabulian merasa keberatan karena jika dilaksanakan di Lapas Anak Muarabulian, maka akan membutuhkan waktu yang cukup jauh baik dari penjemputan soal maupun laporan mekanisme lainnya. "Jika tempatnya disini, kan kami harus bolak-balik kejambi, karena sekolahnya di Jambi," pungkasnya.   Sumber: http://www.jambiekspres.co.id/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0