Lapas Banyuwangi Bekali Warga Binaan Perempuan dengan Keterampilan Anyaman Kreatif
Banyuwangi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berinovasi dalam memberikan pembinaan bagi para penghuninya. Pada Sabtu (20/12), suasana di blok hunian perempuan tampak lebih dinamis dari biasanya saat puluhan Warga Binaan perempuan antusias mengikuti pelatihan pembuatan tas anyaman kreatif.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni seorang guru TK yang juga merupakan praktisi sekaligus produsen tas anyaman berpengalaman. Keahlian instruktur yang terbiasa melayani pesanan pasar ini diharapkan menularkan standar kualitas produk yang tinggi kepada para peserta.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan pelatihan ini mengedepankan orientasi nonprofit yang tidak semata-mata mencari keuntungan finansial. Fokus utama program ini adalah sarana untuk mengisi waktu dengan produktif sekaligus bentuk rehabilitasi mental bagi para Warga Binaan. "Kami ingin para Warga Binaan menemukan kembali rasa percaya diri mereka. Melalui karya nyata seperti tas anyaman ini, mereka bisa melihat bahwa mereka memiliki potensi besar yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
“Diharapkan melalui kegiatan ini pola pikir Warga Binaan perlahan berubah menjadi lebih inovatif dan kreatif, sehingga tercipta lingkungan hunian yang lebih harmonis dan penuh semangat melalui aktivitas seni,” tambah Wayan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik pembuatan berbagai varian produk yang sedang tren di masyarakat. Mulai dari tas ukuran mini dan kecil untuk kebutuhan fashion, tas khusus keperluan sosial seperti pengajian dan hajatan, hingga tas souvenir untuk kado dan acara aqiqah. Selain memberikan keterampilan teknis sebagai bekal kemandirian ekonomi saat bebas nantinya, kegiatan ini terbukti membawa dampak psikologis yang positif.
Lina selaku narasumber menyatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu membantu terselesaikannya pemesanan tas anyaman plastik yang sedang dikerjakan secara tepat waktu. “Nantinya melalui Lapas Banyuwangi akan kami berikan premi bagi warga binaan yang membantu menyelesaikan tas anyaman,” ujarnya.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata keterbatasan ruang di Lapas bukan merupakan penghalang untuk tetap berkarya. Dengan tangan dingin dan semangat yang terjaga, para srikandi Lapas Banyuwangi ini kini mampu mengubah tali anyaman menjadi produk bernilai jual sekaligus menenun kembali harapan untuk masa depan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Banyuwangi
What's Your Reaction?


