Lapas Cetak Sawah Baru 5 Ha, Warga Binaan Panen Raya

TIDAK seperti biasanya, belasan petani yang sedang memanen padi di pesawahan yang berlokasi di belalakang tembok setinggi 4 meter lembaga pemasyarakatan (Lapas) Subang di Jalan Veteran, Senin (12/5/14) diawasi petugas dari Lapas. Ternyata, petani yang berjumlah sekira 17 orang itu merupakan warga binaan alias narapidana. "Ya, mereka sengaja kita kerahkan untuk memanen padi yang sebelumnya ditanam oleh warga binaan kita sendiri, "kata Kepala Lapas Subang, Budi Sarwono didampingi Kasi Kegiatan Kerja, Arjiuna dan Kasubsi Bimbingan Kerja, Asep ketika ditemui usai menebas secara simbolis tanaman padi jenis IR 64 dan hasilnya cukup menggembirakan mencapai 7 ton lebih dari lahan sawah seluas 1,5 hektar. Budi menyebutkan, program pencetakan sawah baru dilahan milik Lapas Subang mencapai lebih dari 5 hektar. Selain ikut membantu program pemerintah dibidang pertanian karena tidak sedikit yang telah beralih-fungsi dari lahan sawah ke perumahan dan industry. "Kita malah sebalik

TIDAK seperti biasanya, belasan petani yang sedang memanen padi di pesawahan yang berlokasi di belalakang tembok setinggi 4 meter lembaga pemasyarakatan (Lapas) Subang di Jalan Veteran, Senin (12/5/14) diawasi petugas dari Lapas. Ternyata, petani yang berjumlah sekira 17 orang itu merupakan warga binaan alias narapidana. "Ya, mereka sengaja kita kerahkan untuk memanen padi yang sebelumnya ditanam oleh warga binaan kita sendiri, "kata Kepala Lapas Subang, Budi Sarwono didampingi Kasi Kegiatan Kerja, Arjiuna dan Kasubsi Bimbingan Kerja, Asep ketika ditemui usai menebas secara simbolis tanaman padi jenis IR 64 dan hasilnya cukup menggembirakan mencapai 7 ton lebih dari lahan sawah seluas 1,5 hektar. Budi menyebutkan, program pencetakan sawah baru dilahan milik Lapas Subang mencapai lebih dari 5 hektar. Selain ikut membantu program pemerintah dibidang pertanian karena tidak sedikit yang telah beralih-fungsi dari lahan sawah ke perumahan dan industry. "Kita malah sebaliknya, tadinya hanya kebun jagung dan sagu dan sudah setahun ini dijadikan lahan sawah, "jelasnya dan untuk areal yang dipanen merupakan kali kedua yang ditanam awal januari silam. "Insya Allah setahun bisa panen 3 kali dan untuk di lahan yang sebelahnya tinggal menunggu waktu saja, "tambah Kalapas. Kasi Kegiatan Kerja Lapas Subang, Arjiuna mengungkapkan, luas areal seluruh bangunan Lapas dan lahan kosong mencapai 10 hektar dan sesuai dengan tujuan pemasyarakatan sendiri setiap warga binaan dilatih berbagai kegiatan. Diantaranya pembinaan kerja dibidang pertanian dan peternakan. Serta kerajinan tangan. Untuk pertanian selain sayur mayur seperti kangkung darat dan tanaman lainnya di dalam Lapas, juga padi. "Untuk kangkung setiap hari bisa dipanen dan dikonsumsi untuk seluruh warga binaan, selebihnya dijual ke pasar,"katanya. Demikian pula untuk tanaman padi yang sudah 2 kali dilakukan panen dipakai untuk konsumsi, dan pemupukan modal serta menambah kas penerimaan Negara bukan pajak. "Kita tetap selektif memilih warga binaan yang akan dipekerjakan di luar Lapas walaupun mereka sudah termasuk ke program asimilasi," ungkap Arjiuna, apalagi sebagian besar Napi yang ada merupakan pidahan dari luar Subang. "Yang apa yang dilakukan di dalam maupun di luar lapas (tanam padi) merupakan wujud penyiapan warga binaan untuk turun ke masyarakat. Dimana narapidana yang telah memenuhi 2/3 masa pembinaan dapat mengikuti program ini, "tamahnya. Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Kab.Subang, Hendrawan, SP menyambut baik apa yang dilakukan oleh Lapas Subang terutama di bidang pertanian. "Kita salut kepada para pejabat di Lapas Subang karena sangat peduli terhadap lingkungan terutama pertanian. Mereka mampu mencetak sawah baru, padahal lokasinya ada di pusat kota, "ujarnya dan pihaknya pun selalu siap bila diminta untuk melakukan pembinaan. "Selama ini memang ada kerjasama dan hasil kerja warga binaan cukup bagus, termasuk hasil panennya, "kata Hendrawan. Sumber : klik-galamedia.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0