Lapas Jateng Gandeng Polisi dan Tentara Jaga Keamanan

BERJAGA - Anggota TNI berjaga pascakerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Labuhan Ruku, Sumatera Utara, Minggu (18/8). Kerusuhan yang dipicu bentrokan antara sipir dan narapid Daya tamping lapas/rutan di Jateng memang melebihi kapasitas antara 50 – 100 persen. SEMARANG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah menggandeng Polri dan TNI untuk mengamankan puluhan lembaga pemasyarakatan, dan rumah tahanan negara di Jawa Tengah. Hal itu merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi kerusuhan di lapas seperti yang terjadi di LP Tanjung Gusta (Medan) maupun Labuhan Ruku (Batubara). "Kami telah meminta bantuan Polri dan TNI untuk ikut mengamankan lapas dan rutan. Sebenarnya kerja sama antara lapas/rutan dengan Polri dan TNI sudah dilakukan. Namun dengan munculnya kasus di LP Labuhan Ruku, maka pengamanan di seluruh lapas dan rutan di Jateng makin diintensifkan," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Suwar

Lapas Jateng Gandeng Polisi dan Tentara Jaga Keamanan
BERJAGA - Anggota TNI berjaga pascakerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Labuhan Ruku, Sumatera Utara, Minggu (18/8). Kerusuhan yang dipicu bentrokan antara sipir dan narapid Daya tamping lapas/rutan di Jateng memang melebihi kapasitas antara 50 – 100 persen. SEMARANG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah menggandeng Polri dan TNI untuk mengamankan puluhan lembaga pemasyarakatan, dan rumah tahanan negara di Jawa Tengah. Hal itu merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi kerusuhan di lapas seperti yang terjadi di LP Tanjung Gusta (Medan) maupun Labuhan Ruku (Batubara). "Kami telah meminta bantuan Polri dan TNI untuk ikut mengamankan lapas dan rutan. Sebenarnya kerja sama antara lapas/rutan dengan Polri dan TNI sudah dilakukan. Namun dengan munculnya kasus di LP Labuhan Ruku, maka pengamanan di seluruh lapas dan rutan di Jateng makin diintensifkan," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Suwarsa, Senin (19/8). Saat ini jumlah napi di Jateng sekitar 11.000 orang. Daya tamping lapas/rutan di Jateng memang melebihi kapasitas antara 50 – 100 persen. Sebagai contoh adalah di LP Kelas IA Kedungpane, Semarang. Jumlah napi mencapai 1.060; padahan daya tampung sebenarnya hanya 530 napi. "Saya tidak tidak tahu kapan overkapasitas itu mulai. Seperti sudah bertahun-tahun," kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIA edungpane Semarang Maliki. Di LP Kedungpane hanya dijaga 13 petugas. Itu artinya setiap sipir harus menjaga 100 orang napi. Idealnya satu penjaga menjaga 5 – 10 napi. Untuk membantu petugas, maka pihal lapas merekrut semacam napi berkelakuan baik yang bisa menjadi orang kepercayaan lapas. Ada tiga kriteria yaitu pemuka (jumlahnya antara empat orang hingga lima orang), tamping (tahanan pendamping di tiap blok) dan kurva. Mereka ini bertugas membantu petugas dan juga ikut membina napi. Menyikapi kasus kerusuhan terbakarnya LP Labuhan Ruku di Sumatera Utara, maka LP Kedungpane Semarang langsung mengapelkan 369 napi -- sekitar sepertiga dari seluruh napi. "Kami memberi petuah kepada mereka. Mereka yang apel adalah napi pembuat sepatu dan napi lainnya," tutur Maliki. Ia berharap kejadian di Lapas Tanjung Gusta ataupun Labuhan Ruku tidak terjadi di Lapas Kedungpane. Sebab selama ini pihak lapas telah mendekati setiap napi. Setiap keluhan napi akan mendapat tanggapan yang sepadan. Dari pantauan SH, suasana di LP Kedungpane tetap aman-tenteram. Jam kunjungan keluarga juga buka seperti biasanya. Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno Senin kemarin juga mengunjungi LP Kedungpane. "Kami ke sini untuk melihat kesiapsiagaan petgas LP, khususnya pengamanan agar tidak terjadi kasus seperti di LP Labuhan Ruku dan Tanjung Gusta," kata Dwi Priyatno. Sumber : http://shnews.co/detile-23608-lapas-jateng-gandeng-polisi-dan-tentara-jaga-keamanan.html  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0