Lapas Narkotika Karang Intan Tampilkan Produk UMKM dan Ketahanan Pangan di CFD Banjarbaru

Lapas Narkotika Karang Intan Tampilkan Produk UMKM dan Ketahanan Pangan di CFD Banjarbaru

Banjarbaru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali tunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui partisipasi dalam Car Free Day (CFD) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Minggu (2/11). Dengan mengusung tema “Belanja Produk Unik Karya Warga Binaan”, stan Lapas Narkotika Karang Intan menarik perhatian masyarakat dengan beragam produk hasil karya tangan Warga Binaan, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

Beragam produk kreatif dipamerkan di stan Lapas Karang Intan, antara lain teh mint, miniatur rumah Banjar, kain sasirangan, telur ayam hasil ternak, mebel kayu mini, tempe, cairan cuci piring, dan daun mint segar. Pengunjung yang hadir di CFD antusias melihat hasil karya Warga Binaan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai estetika dan fungsi yang menarik. Produk-produk tersebut mencerminkan kreativitas dan ketekunan Warga Binaan dalam mengolah bahan sederhana menjadi barang bernilai ekonomi yang siap dipasarkan.

Antusiasme masyarakat juga tercermin dari hasil penjualan yang cukup menggembirakan. Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, total pendapatan yang diperoleh mencapai Rp1.930.000. Penjualan tersebut terdiri dari 29 pack telur ayam (Rp30.000/pack), tujuh bungkus teh mint (Rp15.000/bungkus), 25 batang tempe (Rp15.000/batang), 22 botol sabun cuci piring (Rp7.000/botol), enam lembar kain sasirangan (Rp120.000/lembar), dan tujuh miniatur tugu Martapura (Rp100.000/buah). Capaian tersebut membuktikan produk Warga Binaan memiliki daya tarik dan kualitas yang mampu bersaing di pasaran terbuka.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh jajaran dan Warga Binaan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata pembinaan yang kami lakukan mampu menghasilkan karya produktif dan bernilai ekonomi. Kami ingin masyarakat melihat sisi positif Pemasyarakatan bahwa Warga Binaan bisa berkarya dan berkontribusi,” ujarnya.

Yugo menambahkan partisipasi dalam kegiatan publik seperti CFD merupakan wujud nyata dari penerapan program One Day, One Prison’s Product yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. “Melalui kegiatan seperti ini, hasil karya Warga Binaan dikenal lebih luas dan menjadi jembatan menuju kemandirian setelah bebas nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Indra Wahyudi, menjelaskan seluruh produk yang dijual merupakan hasil pembinaan di bengkel kerja dan lahan ketahanan pangan Lapas. “Semua produk yang kami tampilkan hari ini adalah hasil kerja keras dan kreativitas Warga Binaan. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dan diminati masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung CFD, Rina, kagum dengan kualitas produk yang dijajakan di stan Lapas Narkotika Karang Intan. “Saya awalnya penasaran, tapi setelah lihat langsung, produknya bagus-bagus dan harganya juga terjangkau. Saya beli teh mint dan sabun cuci piring. Rasanya luar biasa karena selain produknya bagus, kita juga ikut mendukung proses pembinaan mereka,” ujarnya.

Kegiatan Lapas Narkotika Karang Intan di CFD Banjarbaru berlangsung meriah dan penuh interaksi positif antara petugas, Warga Binaan, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus menunjukkan wajah Pemasyarakatan yang produktif, kreatif, dan humanis. Dukungan masyarakat terhadap produk Warga Binaan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi, menghadirkan karya berkualitas, dan membawa manfaat bagi banyak pihak.

 

 

Kontributo: LPN Karang Intan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0