Lapas Piru Panen Pisang, Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Warga Binaan
Piru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali tunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui panen pisang hasil kebun kemandirian, Kamis (19/2). Dalam panen kali ini, berhasil dipetik empat tandan pisang dari varietas berbeda, yakni dua tandan Pisang Dewaka, satu tandan Pisang Haruku, dan satu tandan Pisang Abu-Abu Tenggara.
Panen dilaksanakan oleh Warga Binaan dan diawasi langsung oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, beserta staf di areal perkebunan Lapas Piru. Lahan yang digunakan merupakan pengembangan dari area sebelumnya sebagai optimalisasi pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
Ode menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar panen hasil kebun, tetapi proses pembelajaran berkelanjutan. Program ini dijalankan sebagai implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan Warga Binaan.
“Mereka tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses produksi hingga pengolahan,” ujar Ode.
Salah satu Warga Binaan berinisial S bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa dipercaya dan diberi kesempatan untuk belajar. Dari menanam sampai panen dan mengolahnya menjadi keripik, semuanya memberi pengalaman dan bekal bagi kami ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pembinaan kemandirian merupakan fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan produktif, mental kerja yang baik, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi internal dan diolah kembali menjadi keripik pisang melalui program UMKM Lapas. Produk olahan ini menjadi salah satu bentuk penguatan keterampilan sekaligus membuka peluang nilai tambah ekonomi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga ruang produktif yang mendorong perubahan dan kemandirian. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


