Transformasi Nusakambangan Jadi Kawasan Pembinaan Produktif Tuai Apresiasi Kepala Staf Kepresidenan
Jakarta, INFO_PAS – Transformasi Pulau Nusakambangan menjadi kawasan pembinaan produktif tuai apresiasi Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman. Apresiasi tersebut disampaikannya saat tinjau berbagai program pembinaan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, di Nusakambangan, Cilacap, Selasa (28/7).
Dalam kunjungan tersebut, Dudung melihat sejumlah program unggulan, mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pertanian, peternakan, hingga perikanan melalui optimalisasi lahan.
"Selama ini Nusakambangan dikenal sebagai simbol penegakan hukum dan kawasan Pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tertinggi. Namun, sebuah bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kemampuannya memberikan hukuman, melainkan juga dari kemampuannya membangun harapan dan memulihkan manusia," ujar Dudung.
Menurut Dudung, perubahan di Nusakambangan tunjukkan bahwa pembinaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan berbagai sektor. Hal itu terlihat dari keterlibatan Warga Binaan dalam berbagai kegiatan produktif, seperti budidaya tomat, cabai, semangka, melon, jamur, anggur, hingga anggrek dengan pendampingan dinas teknis. Selain itu, Warga Binaan juga mendapatkan keterampilan melalui pengelolaan peternakan domba Garut serta budidaya sidat dan udang vaname sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
"Yang luar biasanya itu adalah pengembangan ini menggunakan teknologi yang sangat tinggi melalui pembinaan dari Dinas Pertanian maupun Dinas Peternakan. sehingga Warga Binaan setelah nanti keluar mampu mandiri mengembangkan hasil binaan di Lapas Nusakambangan ini," katanya.
Ia menambahkan, transformasi Nusakambangan turut mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Transformasi tersebut patut diapresiasi karena sejalan dengan salah satu agenda prioritas Presiden yaitu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Inisiatif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui optimalisasi kawasan Nusakambangan memperlihatkan bahwa setiap institusi negara memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mendukung Asta Cita Presiden," ucapnya.
Salah satu program yang mendapat perhatian Dudung adalah budidaya udang vaname. Dengan produktivitas mencapai sekitar 35 ton per hektare dan peluang perluasan lahan, komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menjelaskan optimalisasi lahan di Nusakambangan merupakan bagian dari strategi memperkuat program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Pengelolaan berbagai sektor pembinaan ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Kami akan terus mengembangkan potensi yang ada di Nusakambangan, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan. Harapannya, program ini tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat," ujar Agus. (afn)
What's Your Reaction?


